Penghargaan Berbasis Angka, Bukan Dampak, Karang Penang Oloh Disorot Warga dan Aktivis

- Redaksi

Minggu, 13 Juli 2025 - 08:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang, angkatberita.id -Penghargaan yang diterima Desa Karang Penang Oloh Kecamatan Karang Penang Kabupaten Sampang Jawa Timur di bidang kesehatan tampaknya tidak sepenuhnya disambut dengan kebanggaan oleh warganya sendiri.

Pasalnya, penghargaan itu bukan diberikan karena keberhasilan program atau capaian penurunan angka stunting, melainkan semata karena tingginya alokasi anggaran sektor kesehatan dibanding desa lainnya.

Fakta ini memicu reaksi dari warga dan sejumlah aktivis lokal, mereka menilai penghargaan tersebut tak sebanding dengan realita pelayanan kesehatan di lapangan.

Kondisi Posyandu yang masih terbatas, petugas yang tak konsisten hadir, hingga minimnya penyuluhan gizi dan kesehatan ibu-anak menjadi sorotan publik.

Baca Juga :  Surat Resmi ALIANSI ULAMA MADURA (AUMA) Perihal Bangunan Menyerupai KA'BAH Di Sampang.

“Kami ingin tahu, dana kesehatan yang katanya besar itu dipakai untuk apa saja? Karena yang kami rasakan, programnya begitu-begitu saja,” ujar Hasib  , tokoh pemuda setempat, Minggu (13/7).

Desakan agar Pemerintah Desa Karang Penang Oloh membuka laporan anggaran dan realisasi program sektor kesehatan secara terbuka pun semakin kuat, warga meminta agar dana publik tidak hanya dilaporkan dalam bentuk angka formal di musyawarah desa, tapi ditampilkan secara transparan dan dapat diakses publik.

Ketua LSM Jaringan Transparansi Desa (JTD), Ahmad Wirno, menilai bahwa penghargaan berbasis nominal anggaran tanpa mengevaluasi dampak lapangan sangat berisiko, ia menyoroti potensi manipulasi data atau alokasi yang tidak sesuai kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Peringati Isra Mi'raj 1445 H, Syah Afandin : Jadikan sebagai momen peningkatan taqwa.

“Kalau desa lain mengalokasikan dana kecil tapi berhasil menurunkan stunting, dan Karang Penang Oloh hanya unggul di angka tapi tak berdampak nyata, maka ini bisa dikategorikan sebagai ilusi prestasi,” kata Wirno.

JTD menyatakan akan mengirim surat resmi ke Inspektorat Sampang dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) untuk mendorong audit khusus penggunaan anggaran kesehatan tahun berjalan. (Red)

Berita Terkait

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Berita Terbaru