SAMPANG (ANGKAT BERITA) Harapan warga Kabupaten Sampang untuk segera terbebas dari krisis air bersih dipastikan tertunda lebih lama, Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Timur memproyeksikan awal musim hujan periode 2026/2027 di wilayah Madura, khususnya Kabupaten Sampang, mundur signifikan dan baru akan merata pada bulan Desember 2026 akibat dampak El Niño kuat.
“Awal musim hujan di Jawa Timur diprediksi mundur pada Desember 2026,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur BMKG, Anung Suprayitno, dalam pemaparan resminya pada Selasa (29/9/2026).”
Anung menambahkan bahwa penundaan ini tidak terjadi secara seragam, bahkan, ada wilayah yang mengalami keterlambatan cuaca basah secara ekstrem.
Mundurnya pasokan hujan ini langsung berimbas pada meluasnya krisis air bersih di pulau garam, berdasarkan data yang dihimpun dari [BPBD Kabupaten Sampang, saat ini tercatat sedikitnya 78 desa yang tersebar di 12 kecamatan di Sampang masuk dalam kategori kering kritis.
Kasi Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin, membenarkan bahwa status siaga darurat kekeringan telah diaktifkan untuk menghadapi fenomena kemarau panjang ini.
Meski hujan terlambat datang, BMKG memperingatkan warga untuk tidak lengah karena volume air yang dijatuhkan saat musim hujan nanti diprediksi tetap padat, lonjakan curah hujan tinggi ini justru berisiko memicu bencana susulan hidrometeorologi seperti banjir perkotaan dan tanah longsor di lahan kritis.
“”Puncak musim hujan diprediksi Februari 2027 mendatang, di mana curah hujan mulai meningkat sejak Januari, Februari, hingga Maret,” papar Anung Suprayitno mewakili pihak BMKG.”
Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Sampang telah menyiapkan anggaran kedaruratan, pihak kedaruratan daerah mengimbau masyarakat untuk tetap bijak menggunakan sisa sumber air yang ada sembari bersiap melakukan mitigasi pembersihan saluran drainase sebelum volume air ekstrem mengguyur di penghujung tahun.

Komentar