Belum Serah Terima Proyek ReadyMix Jl. Rajawali Baru Retak Parah, Bupati Sampang Diminta Benahi SDM PUPR

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG (ANGKAT BERITA) Sorotan terhadap proyek Rekonstruksi Jalan Rajawali Baru di Kelurahan Karang Dalam senilai Rp.249.322.000 dengan Penyedia CV Pandu Jawara, bersumber dari APBD ini tidak hanya menyangkut keretakan rabat beton, tetapi juga mempertanyakan kualitas pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang.

Rabat beton dilaporkan mengalami keretakan sebelum pekerjaan diserahterimakan, kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya persoalan teknis, termasuk penggunaan material pada lapisan pondasi yang perlu dipastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi pekerjaan.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) PUPR Sampang, Dodi, sebelumnya menyebut faktor cuaca ekstrem diduga turut memengaruhi kondisi beton.

” Pelaksananya saya tidak tau, terkait yang retak sudah langsung di benahi, kemungkinan karena cuaca extrem” ucapnya seperti tidak ada masalah

Namun, penjelasan tersebut dinilai belum menjawab persoalan utama mengenai mutu pekerjaan dan pengendalian kualitas sejak tahap awal.

Pemerhati Kebijakan Publik Kabupaten Sampang, Agus Sugito, meminta Pemerintah Kabupaten Sampang tidak berhenti pada perbaikan bagian yang terlihat, tetapi memastikan penyebab kerusakan melalui pemeriksaan teknis.

Baca Juga :  Proyek Rabat Beton Desa Rapa Daya Disorot, Keretakan dan Kurangnya Transparansi Pelaksanaan

“Kalau persoalannya hanya di permukaan, tentu mudah diperbaiki, tetapi kalau ada persoalan pada lapisan pondasi, harus diperiksa secara menyeluruh, bongkar sampai ke dalam, jangan sampai yang diperbaiki hanya gejalanya,” kata Agus.

Ia juga meminta Bupati Sampang H. Slamet Junaidi melakukan evaluasi terhadap sumber daya manusia yang berada di jajaran pemerintah daerah, khususnya mereka yang memiliki kewenangan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan.

Menurut dia, pembenahan birokrasi diperlukan agar pembangunan daerah tidak hanya menghasilkan serapan anggaran, tetapi juga pekerjaan yang memenuhi standar mutu.

“Bupati harus menempatkan orang-orang yang benar-benar ingin membangun Sampang, yang dibutuhkan adalah orang yang mampu bekerja dan menyelesaikan masalah, bukan yang hanya pandai berkelit ketika muncul persoalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Penyidik Tipidkor Polda Jatim Limpahkan 4 Tersangka Kasus Korupsi Lapen ke Kejari Sampang

Agus mengatakan, proyek yang dibiayai APBD harus dapat dipertanggungjawabkan secara teknis maupun administratif, karena itu, apabila terdapat keraguan terhadap material maupun mutu beton, pemeriksaan dan pengujian laboratorium dinilai perlu dilakukan.

“Kalau memang sesuai spesifikasi, buktikan dengan dokumen dan hasil pengujian, jangan hanya mengandalkan pernyataan bahwa pekerjaan sudah diperbaiki,” katanya.

Ia berharap persoalan Jalan Rajawali Baru menjadi bahan evaluasi bagi PUPR Sampang agar fungsi pengawasan diperkuat sejak tahap persiapan hingga serah terima pekerjaan.

Masyarakat kini menunggu langkah pemerintah daerah untuk memastikan kualitas pekerjaan tersebut, sekaligus melihat apakah Bupati Sampang akan melakukan pembenahan terhadap jajaran yang dinilai kurang mampu menjalankan fungsi pengawasan pembangunan.

Sebab, pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan menghadirkan proyek baru, tetapi membutuhkan SDM yang memiliki kapasitas, integritas dan kemauan untuk memastikan setiap pekerjaan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

(Tim)

Berita Terkait

BBWS Brantas Ambil Tindakan Pekerjaan Proyek P3-GAI di Nyalabuh Laok, GASI Desak Pengembalian dana.
Ketika Negara Bisu: PMKRI Cabang So’e Nilai Kasus Bijaepunu-TTS Cermin Gagalnya Perlindungan Perempuan
Berlarut-larut, Kadishub Sampang Dinilai ‘Berlagak Pilon’ Soal Kebocoran PAD Parkir Pasar Srimangunan
Di Balik Seremonial Festival Pantai Mandangin, Warga Sampang Tercekik Krisis Air Bersih dan Kemiskinan Struktural
Gerimis Tak Padamkan Semangat Warga Tanjab Barat Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Diduga Semua Pekerjaan Proyek Rabat Beton Hasil Pokir DPRD Sampang “KACAU” 
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Belum Serah Terima Proyek ReadyMix Jl. Rajawali Baru Retak Parah, Bupati Sampang Diminta Benahi SDM PUPR

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

BBWS Brantas Ambil Tindakan Pekerjaan Proyek P3-GAI di Nyalabuh Laok, GASI Desak Pengembalian dana.

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Ketika Negara Bisu: PMKRI Cabang So’e Nilai Kasus Bijaepunu-TTS Cermin Gagalnya Perlindungan Perempuan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Berlarut-larut, Kadishub Sampang Dinilai ‘Berlagak Pilon’ Soal Kebocoran PAD Parkir Pasar Srimangunan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Di Balik Seremonial Festival Pantai Mandangin, Warga Sampang Tercekik Krisis Air Bersih dan Kemiskinan Struktural

Berita Terbaru

Peristiwa

Kandang Sapi Terbakar di Ketapang, Dua Ekor Sapi Mati

Kamis, 20 Agu 2026 - 19:23 WIB

Peristiwa

Balita 4 Tahun Tenggelam di Kubangan Air Tembakau di Sampang

Kamis, 20 Agu 2026 - 12:15 WIB