ACEH TIMUR, ANGKAT BERITA — Aksi seribuan petani yang tergabung dalam Serikat Petani Aceh Timur berlangsung hingga sore hari, Kamis, 24 September 2026. Aksi yang awalnya digelar di lapangan pusat perkantoran Pemerintahan Aceh Timur itu kemudian bergeser ke Pendopo Bupati setelah massa menunggu Bupati Aceh Timur namun tak kunjung ditemui.
Sejak siang, massa berkumpul di kawasan pusat perkantoran Pemerintahan Aceh Timur untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan sengketa lahan Hak Guna Usaha (HGU).
Namun, hingga sekitar pukul 15.00 WIB, Bupati Aceh Timur belum menemui massa. Kondisi tersebut kemudian membuat peserta aksi memutuskan bergerak menuju Pendopo Bupati Aceh Timur.
Sesampainya di pendopo, situasi sempat memanas. Terjadi aksi saling dorong antara massa dan aparat yang melakukan pengamanan di lokasi.
Di tengah situasi tersebut, Kasat Intelkam Polres Aceh Timur Iptu Jolly Ronny Mamarimbing turun langsung ke tengah massa. Ia terlihat aktif membangun komunikasi dengan peserta aksi dan berupaya meredakan ketegangan melalui pendekatan persuasif.
Iptu Jolly Ronny beberapa kali berdialog dengan peserta aksi. Ia meminta massa tetap tenang dan menyampaikan aspirasi secara tertib, sekaligus memastikan tuntutan masyarakat dapat disampaikan kepada pihak terkait.
Pendekatan tersebut dilakukan bersama personel gabungan TNI-Polri yang berada di lokasi. Situasi yang sempat diwarnai aksi saling dorong akhirnya berhasil diredakan sehingga tidak berkembang menjadi benturan yang lebih besar.
“Ini adalah tugas kami untuk melayani masyarakat. Kami hadir memastikan aspirasi para petani dapat disampaikan dengan baik dan didengar pihak terkait, dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif,” ujar Iptu Jolly Ronny Mamarimbing di sela-sela pengamanan.
Di tengah kerumunan seribuan peserta aksi, Kasat Intelkam tampak tidak hanya memantau situasi dari jarak jauh. Ia beberapa kali masuk ke tengah massa dan berkomunikasi langsung dengan peserta ketika situasi membutuhkan pendekatan yang lebih tenang.
Aksi tersebut merupakan bagian dari penyampaian aspirasi petani terkait persoalan lahan HGU. Massa meminta pemerintah daerah memperhatikan tuntutan mereka dan memberikan ruang untuk menyampaikan persoalan yang selama ini mereka perjuangkan.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, massa tetap dapat menyampaikan aspirasi mereka. Pengamanan kemudian dilanjutkan dengan mengedepankan komunikasi dan pendekatan persuasif agar kondisi tetap aman dan tertib.
Iptu Jolly Ronny Mamarimbing diketahui dalam waktu dekat akan berpindah tugas ke Polres Langsa dengan jabatan yang sama. Sebelum meninggalkan Polres Aceh Timur, ia masih aktif menjalankan tugas di lapangan, termasuk mengawal penyampaian aspirasi masyarakat dengan pendekatan dialogis dan humanis.

Komentar