Karcis Parkir Tak Diberikan, Komisi III DPRD Sampang Belum Bersuara

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan: Dokumentasi Diatas Merupakan Hasil AI

Keterangan: Dokumentasi Diatas Merupakan Hasil AI

SAMPANG (ANGKAT BERITA) – Fungsi pengawasan DPRD Kabupaten Sampang menjadi sorotan menyusul temuan pengguna parkir sepeda motor di sebelah selatan Pasar Sri Mangunan Sampang tidak mendapatkan karcis.

Anggota Komisi III DPRD Sampang, Baihaki, belum memberikan tanggapan saat dimintai sikap terkait pengawasan Dishub  tentang retribusi yang berkaitan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Konfirmasi disampaikan kepada Baihaki, ia ditanya mengenai pengawasan DPRD terhadap pengelolaan retribusi parkir serta apakah Komisi III pernah mengecek kesesuaian jumlah kendaraan, penggunaan karcis dan setoran kepada daerah, hingga berita ini ditulis, Anggota Dewan Dari Fraksi PKB tersebut belum memberikan tanggapan.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang sebelumnya disebut telah melakukan peneguran pada bulan Februari lalu, namun, praktek tidak memberikan karcis kembali ditemukan.

Kabid Perhubungan Darat Dishub Sampang, Hotib, menyatakan karcis wajib diberikan kepada pengguna parkir.

“Nanti kita tegur lagi, untuk karcis wajib diberikan ke pengguna parkir, Mas,” kata Hotib. Kamis (20/08)

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Sampang Dilantik, Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Tanggung Jawab

Berulangnya persoalan setelah peneguran membuat pengawasan terhadap retribusi parkir patut dipertanyakan.

Pemerhati PAD Kabupaten Sampang, Said Abdullah, meminta DPRD tidak hanya mengandalkan laporan penerimaan dari pemerintah daerah.

“Ini uang masyarakat dan menyangkut PAD. DPRD jangan hanya melihat angka realisasi di atas laporan, coba turun dan cocokkan jumlah kendaraan, karcis yang digunakan dan setoran dari titik-titik parkir, dari situ akan terlihat apakah sistem pengelolaannya sudah berjalan dengan benar atau masih memiliki celah,” kata Said.

Menurut Said, kejadian yang kembali ditemukan menunjukkan evaluasi tidak cukup diarahkan kepada petugas parkir.

“Kalau karcis memang diwajibkan, maka setiap masyarakat yang membayar parkir harus mendapatkannya, kalau sudah pernah ditegur tetapi kembali terjadi, berarti yang harus dievaluasi bukan hanya petugas parkirnya, tetapi juga sistem pengawasannya,” ujarnya.

Said menilai DPRD perlu menguji langsung data penerimaan dengan kondisi di lapangan agar pengawasan PAD tidak sebatas angka administratif.

Baca Juga :  Remaja Asal Ketapang Diringkus, Diduga Bawa 1 Kilogram Sabu, H. Suja’i Tansil: Sampang Perlu Perhatian Serius

“Jangan sampai masyarakat rutin membayar, tetapi kontrol terhadap uang yang dipungut justru lemah, harus bisa dibuktikan berapa karcis yang didistribusikan, berapa yang terpakai, berapa penerimaan setiap titik parkir dan berapa yang benar-benar disetorkan ke daerah,” katanya.

Menurut dia, peneguran yang tidak menghasilkan perubahan juga harus diikuti tindakan lebih tegas.

“Kalau teguran pertama tidak efektif kemudian hanya ditegur lagi, sampai kapan pola seperti ini dibiarkan? Pemerintah harus berani melakukan evaluasi dan memberikan tindakan sesuai aturan apabila ditemukan pelanggaran,” tegas Said.

Persoalan parkir tersebut kini tidak hanya menguji pengawasan Dishub, tetapi juga fungsi kontrol DPRD Sampang terhadap penerimaan daerah.

Masyarakat setiap hari membayar parkir, karena itu, DPRD semestinya memastikan pungutan tersebut terkontrol dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai PAD, namun, ketika persoalan itu dikonfirmasikan, Baihaki selaku anggota Komisi III DPRD Sampang hingga kini belum memberikan tanggapan.

Berita Terkait

Jukir Tak Beri Karcis, Said Abdullah Desak Dishub Sampang Buka Data Retribusi Parkir
Beton Readimyx Rp249 Juta Keburu Retak, PPTK PUPR Sampang Malah Tak Tahu Siapa Pelaksana di Lapangan
Kenakan Baju Adat Nias, Firman Giawa Tampilkan Wajah Kebinekaan di HUT ke-81 RI
Belum Serah Terima Proyek ReadyMix Jl. Rajawali Baru Retak Parah, Bupati Sampang Diminta Benahi SDM PUPR
BBWS Brantas Ambil Tindakan Pekerjaan Proyek P3-GAI di Nyalabuh Laok, GASI Desak Pengembalian dana.
Ketika Negara Bisu: PMKRI Cabang So’e Nilai Kasus Bijaepunu-TTS Cermin Gagalnya Perlindungan Perempuan
Berlarut-larut, Kadishub Sampang Dinilai ‘Berlagak Pilon’ Soal Kebocoran PAD Parkir Pasar Srimangunan
Di Balik Seremonial Festival Pantai Mandangin, Warga Sampang Tercekik Krisis Air Bersih dan Kemiskinan Struktural

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:57 WIB

Karcis Parkir Tak Diberikan, Komisi III DPRD Sampang Belum Bersuara

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:10 WIB

Jukir Tak Beri Karcis, Said Abdullah Desak Dishub Sampang Buka Data Retribusi Parkir

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Beton Readimyx Rp249 Juta Keburu Retak, PPTK PUPR Sampang Malah Tak Tahu Siapa Pelaksana di Lapangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:45 WIB

Kenakan Baju Adat Nias, Firman Giawa Tampilkan Wajah Kebinekaan di HUT ke-81 RI

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

BBWS Brantas Ambil Tindakan Pekerjaan Proyek P3-GAI di Nyalabuh Laok, GASI Desak Pengembalian dana.

Berita Terbaru