Breaking News

PJU Pangelen Mati, Jawaban Kabid Darat Dishub Sampang Juga Tak Kunjung Menyala

BBG - Redaksi
3 menit baca2,012 tayanganSampang Jawa Timur
Kepala Bidang Perhubungan Darat Foto: Kabid Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang, Khotibul Umam, (Istimewa)

SAMPANG (ANGKATBERITA) – Penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Jalan Pangelen, Kabupaten Sampang, padam, di tengah kondisi tersebut, Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang, Khotibul Umam, belum memberikan penjelasan meski telah dimintai konfirmasi melalui pesan maupun sambungan telepon. Sabtu (19/09)

Angkatberita.id menghubungi Khotibul untuk menanyakan penyebab padamnya PJU Pangelen, jumlah titik yang tidak berfungsi, langkah penanganan yang telah dilakukan, serta kapan penerangan jalan tersebut kembali normal.

Namun, pesan konfirmasi tidak mendapat jawaban, upaya menghubungi melalui sambungan telepon juga tidak direspon hingga berita ini diterbitkan.

Sulitnya memperoleh penjelasan tersebut menjadi sorotan karena Khotibul sebelumnya cukup terbuka kepada media ketika menjelaskan program pembangunan PJU Kabupaten Sampang.

Pada 2026, Dishub Sampang menjalankan program pembangunan PJU dengan pagu sekitar Rp15,85 miliar, pogram tersebut disebut mencakup sekitar 993 tiang yang tersebar di 60 titik.

Sementara itu, persoalan PJU yang tidak berfungsi juga masih menjadi pekerjaan rumah, berdasarkan data Dishub yang telah dipublikasikan sebelumnya, dari 9.859 PJU yang tersebar di 14 kecamatan, sebanyak 1.092 unit tercatat padam.

Dishub sebelumnya menyebut keterbatasan anggaran sebagai salah satu kendala perbaikan, anggaran pemeliharaan sekitar Rp300 juta digunakan untuk kebutuhan lampu, modul LED, suku cadang hingga operasional.

Kondisi tersebut mendapat kritik tajam dari Tim Investigasi Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI), Raden Mas Wirno.

“Kalau bicara program dan pembangunan PJU baru biasanya cukup gacor memberikan penjelasan, sekarang masyarakat mempertanyakan lampu yang mati, kok justru sulit mendapat jawaban, jangan lantang ketika bicara program, tetapi diam ketika masyarakat menagih hasil dan pemeliharaannya,” kata Wirno.

Menurut dia, pertanyaan mengenai PJU Pangelen seharusnya dapat dijelaskan secara terbuka karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.

“Pertanyaannya sederhana, kenapa lampunya mati, apa kerusakannya, sudah ditangani atau belum, dan kapan menyala kembali? Kalau pertanyaan sesederhana itu tidak dijawab, wajar masyarakat mempertanyakan keseriusan Dishub menangani PJU,” ujarnya.

Wirno juga menyoroti besarnya perbedaan antara anggaran pembangunan PJU baru dengan anggaran pemeliharaan fasilitas yang telah terpasang.

“Pembangunan baru pagunya miliaran rupiah, sementara lampu yang sudah berdiri masih banyak yang mati, jangan sampai mengejar penambahan tiang, tetapi pemeliharaan yang sudah ada justru kedodoran, masyarakat tidak menikmati angka anggaran, masyarakat menikmati lampu yang menyala,” tegasnya.

Menurut Wirno, keberhasilan program penerangan jalan tidak cukup diukur dari jumlah tiang yang dibangun ataupun besarnya anggaran yang terserap.

“Ukuran paling sederhana adalah malam hari jalannya terang atau gelap, kalau programnya ramai dibicarakan tetapi lampunya mati, masyarakat tentu berhak mempertanyakan manfaat anggaran itu,” katanya.

Ia juga meminta Dishub membuka data PJU secara transparan, mulai jumlah titik yang rusak, realisasi perbaikan, anggaran pemeliharaan hingga target penyelesaian PJU yang tidak berfungsi.

“Ketika bicara program baru bisa terbuka, maka ketika fasilitas yang sudah dibangun bermasalah juga harus terbuka, jngan anggaran dan programnya yang ramai dibicarakan, tetapi ketika lampunya mati justru penjelasannya ikut padam,” kata Wirno.

Padamnya PJU Pangelen kini bukan sekedar persoalan satu atau beberapa lampu yang tidak menyala. Persoalan tersebut juga menjadi ujian terhadap pemeliharaan fasilitas publik dan respon Dishub ketika pelayanan yang menjadi kewenangannya dipertanyakan.

Terlebih, penerangan jalan berkaitan dengan aktivitas dan keselamatan pengguna jalan pada malam hari.

Hingga berita ini diterbitkan, Khotibul Umam belum memberikan tanggapan mengenai penyebab PJU Pangelen padam maupun kapan perbaikan dilakukan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer