Balita 4 Tahun Tenggelam di Kubangan Air Tembakau di Sampang

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG (ANGKAT BERITA) – Seorang balita berinisial F (4), meninggal dunia setelah ditemukan tenggelam di kubangan penampungan air di area ladang tembakau di Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Informasi kejadian disampaikan Polres Sampang melalui Humas AKP Eko Puji Waluyo.

Kubangan berukuran sekitar 1,5 meter x 2 meter dengan kedalaman satu meter itu digunakan untuk menampung air yang nantinya dipakai menyiram tanaman tembakau, lokasinya berada di area ladang yang tengah dikerjakan orang tua korban.

Menurut keterangan kepolisian, saat kejadian kedua orang tua korban sedang merawat tanaman tembakau, termasuk menyiram tanaman dan membuang ulat tembakau, lokasi aktivitas mereka berjarak sekitar 100 meter dari kubangan.

Sekitar pukul 17.00 WIB, saudara korban bernama Ulul, yang merupakan penyandang disabilitas intelektual, mendatangi kedua orang tua korban, ia memberitahu bahwa adiknya sedang tidur-tiduran di kolam penampungan air yang digunakan untuk menyiram tembakau.Mendapat informasi tersebut, kedua orang tua korban langsung menuju lokasi, mereka mendapati F sudah dalam kondisi tidak bergerak dan mengapung di dalam kubangan.

Baca Juga :  Truk Fuso Terguling di Dumajah, Polsek Tanah Merah Turun Tangan Bantu Evakuasi

Korban kemudian segera dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, namun, upaya pertolongan tidak berhasil, tenaga kesehatan menyatakan F telah meninggal dunia.

Polisi menduga korban meninggal akibat tenggelam, kondisi tubuh korban yang sudah mengapung saat ditemukan membuat kepolisian memperkirakan korban telah berada di dalam air selama beberapa waktu.

“Diduga korban meninggal dunia akibat tenggelam di dalam kolam air untuk menyiram tembakau tersebut beberapa jam sebelumnya, mengingat kondisi badan atau tubuh korban sudah dalam keadaan mengapung saat ditemukan,” kata AKP Eko.

Baca Juga :  Makrub Ubah Haluan, Cabut Laporan Penjambakan Tanpa Tekanan

Setelah kejadian, kepolisian mendatangi lokasi dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak, namun, keluarga korban menolak dilakukan visum terhadap jenazah.

Keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak akan menuntut pihak mana pun, pernyataan itu dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuat pihak keluarga dan diketahui kepala desa.

Polsek Karangpenang kemudian melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya mendatangi lokasi kejadian, berkoordinasi dengan tenaga kesehatan, mengumpulkan bahan keterangan, serta melakukan dokumentasi.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena kubangan penampungan air untuk kebutuhan pertanian tersebut berada di sekitar area aktivitas keluarga dan memiliki kedalaman sekitar satu meter.

Kepolisian mengingatkan orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di kawasan pertanian yang terdapat kolam, kubangan, sumur, maupun tempat penampungan air yang berpotensi membahayakan keselamatan. (BBG)

Berita Terkait

BBWS Brantas Ambil Tindakan Pekerjaan Proyek P3-GAI di Nyalabuh Laok, GASI Desak Pengembalian dana.
Dari Bangunan Lama hingga Bungkamnya Pihak BBWS, Polemik P3-TGAI Nyalabuh Laok Makin Panas
Ketika Negara Bisu: PMKRI Cabang So’e Nilai Kasus Bijaepunu-TTS Cermin Gagalnya Perlindungan Perempuan
Kasus Anak Tewas di Pamekasan, Ibu Jadi Tersangka tapi Tak Ditahan
Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Meriahkan Agustusan Jalan Sehat Dusun Krikilan Desa Ngembeh Bertabur Doorprize Utama Kulkas dan Sepeda Gunung
Perempuan di Sampang Diduga Dianiaya dan Disiram Sambal, Polisi Turun Tangan
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Balita 4 Tahun Tenggelam di Kubangan Air Tembakau di Sampang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

BBWS Brantas Ambil Tindakan Pekerjaan Proyek P3-GAI di Nyalabuh Laok, GASI Desak Pengembalian dana.

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:54 WIB

Dari Bangunan Lama hingga Bungkamnya Pihak BBWS, Polemik P3-TGAI Nyalabuh Laok Makin Panas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Ketika Negara Bisu: PMKRI Cabang So’e Nilai Kasus Bijaepunu-TTS Cermin Gagalnya Perlindungan Perempuan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:17 WIB

Kasus Anak Tewas di Pamekasan, Ibu Jadi Tersangka tapi Tak Ditahan

Berita Terbaru

Peristiwa

Balita 4 Tahun Tenggelam di Kubangan Air Tembakau di Sampang

Kamis, 20 Agu 2026 - 12:15 WIB