Warga Sampang Keluhkan Penagihan Bank Mekar hingga Malam Hari, Tak Ada Kantor Resmi di Daerah

- Redaksi

Kamis, 17 Juli 2025 - 16:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

{

SAMPANG, angkatberita.com – Sejumlah warga di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mengeluhkan praktik penagihan yang dilakukan oleh pihak Bank Mekar, selain dilakukan hingga malam hari, penagihan tersebut dinilai tidak sesuai prosedur karena lembaga keuangan itu tidak memiliki kantor resmi di wilayah setempat.

R (38), warga Kecamatan Sampang, mengaku didatangi penagih Bank Mekar pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, ia menyebut kunjungan tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan dan berulang kali, bahkan penagih sempat menunggu di depan rumah.

“Saya kaget, pintu rumah diketuk keras, ternyata dari Bank Mekar, sudah malam, saya merasa terganggu, anak-anak juga jadi takut,” kata R kepada media ini, Kamis (17/7/2025).

Baca Juga :  Warga Heboh! Stempel Desa Beralih Tangan, Siapa Dalang di Baliknya?

Dalam aduan yang diterima redaksi, warga menyebut tidak pernah mendapat salinan perjanjian pinjaman secara fisik dan tidak mengetahui lokasi kantor Bank Mekar di Sampang, komunikasi hanya berlangsung melalui petugas lapangan yang datang langsung ke rumah warga.

Padahal, berdasarkan Peraturan OJK No. 6/POJK.07/2022, setiap lembaga jasa keuangan wajib menyampaikan informasi secara transparan dan melayani konsumen dengan etika, termasuk dalam proses penagihan, penagihan hanya boleh dilakukan antara pukul 08.00–17.00 waktu setempat.

“Kami tidak tahu di mana kantornya. Kalau ada masalah, kami bingung harus ke mana, ini seperti main datang saja,” ujar warga lainnya, Y (40), yang juga menjadi nasabah Bank Mekar.

Baca Juga :  Ironi PDAM Sampang: Bayar Mahal, Air Harus Disedot Pompa

Aktivis dari Lembaga Konsumen Madura Peduli, H. Suja’i Tansil S.H, menyebut ketiadaan kantor resmi di daerah menunjukkan lemahnya pengawasan dan potensi pelanggaran terhadap hak konsumen.

“Bagaimana konsumen bisa menyampaikan keberatan atau menanyakan hak-haknya kalau tidak ada kantor yang bisa dikunjungi? Ini rawan penyalahgunaan,” ujar H. Suja’i

Ia menambahkan bahwa lembaga pembiayaan mikro seperti Bank Mekar semestinya memiliki struktur operasional yang jelas dan dapat diakses publik, termasuk menyediakan kantor fisik atau perwakilan resmi di daerah operasional.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Bank Mekar belum memberikan tanggapan resmi, media ini telah mengirimkan pertanyaan melalui pesan WhatsApp  namun belum mendapat jawaban.

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru