Sebagian Desa di Karang Penang Sampang Terima DD Tahap Pertama, Tokoh Masyarakat Khawatirkan Potensi Penyimpangan

- Redaksi

Minggu, 22 Juni 2025 - 08:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagian Desa di Karang Penang Sampang Terima DD Tahap Pertama, Tokoh Masyarakat Khawatirkan Potensi Penyimpangan

Sampang |https://angkatberita.id – Pencairan Dana Desa (DD) tahap pertama tahun anggaran 2025 mulai terealisasi di sejumlah desa di Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.

Namun, di balik kabar baik ini, muncul kekhawatiran dari masyarakat terkait potensi penyalahgunaan dana akibat lemahnya pengawasan dan transparansi di lapangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya lebih dari 5 desa di Karang Penang telah mencairkan dana desa tahap pertama sejak awal Juni 2025. Pencairan ini diperuntukkan bagi program-program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk BLT-DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa).

Namun, sejumlah pihak menilai pencairan ini belum dibarengi dengan kesiapan administrasi, publikasi APBDes, dan partisipasi warga dalam musyawarah perencanaan kegiatan.

H. Hasib, salah satu tokoh masyarakat Karang Penang, angkat bicara dengan nada serius. Ia menyatakan kekhawatirannya terhadap realisasi Dana Desa yang tidak transparan dan cenderung tertutup dari pantauan publik.

Baca Juga :  Inspektorat Pamekasan Dituding Bohongi Ombudsman & Publik! Agus Wijaya: Ini Aib Hukum!

“Kami bukan anti pembangunan, tapi kita ingin pelaksanaan Dana Desa tidak hanya sekadar habis anggaran tanpa dampak nyata, jika masyarakat tidak dilibatkan dan pengawasan tidak diperkuat, maka Dana Desa bisa jadi bom waktu yang meledak dalam bentuk korupsi terselubung,” tegas H.Hasib kepada awak media, Minggu (22/6/2025).

Ia juga menyoroti lemahnya laporan penggunaan dana di tahun sebelumnya yang belum sepenuhnya terbuka untuk publik, menurutnya, perlu ada pendampingan lebih intens dari aparat penegak hukum dan inspektorat daerah.

Salah satu warga Desa Karang Penang Oloh, yang enggan disebut namanya, menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui rencana kegiatan yang akan dibiayai dari pencairan tahap pertama ini.

“Kami baru tahu kalau dananya sudah cair dari media sosial. Tidak ada musyawarah atau pemberitahuan sebelumnya. Ini jelas mencurigakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Investigasi Aliansi Pers: Huntara Korban Banjir di Aceh Utara Berisiko Tinggi, Keselamatan Penghuni Terancam

Praktik seperti ini, jika terus dibiarkan, dikhawatirkan akan menciptakan ruang gelap dalam pengelolaan keuangan desa dan menjauhkan manfaat dana dari masyarakat yang membutuhkan.

Aktivis antikorupsi lokal dari Ormas Macan Asia, mendesak agar inspektorat segera melakukan audit ke desa-desa yang telah mencairkan dana tanpa proses transparan.

“Kami akan kirimkan surat resmi ke APH dan BPKP. Desa yang cair tapi tidak terbuka ke publik patut dicurigai,” ungkapnya.

Di tengah semangat pemerintahan desa untuk mempercepat pembangunan dan mengurangi kemiskinan, transparansi dan akuntabilitas harus tetap menjadi pilar utama, tanpa keterlibatan aktif masyarakat dan pengawasan yang ketat, Dana Desa yang sejatinya untuk rakyat bisa menjadi celah korupsi yang membahayakan masa depan desa itu sendiri.

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru