Desa Sindang Yang Dipimpin Oleh Kades Carnita Masuk Dalam Nominasi 15 Desa Wisata Terbaik Tingkat Nasional 2025

- Redaksi

Minggu, 22 Juni 2025 - 06:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu,– angkatberita.id

Pencapaian yang luar biasa bagi Desa Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Yang baru-baru ini, dinobatkan sebagai 15 desa wisata terbaik tingkat nasional 2025, untuk kategori 2 sebagai desa maju dan mandiri.

 

Kepala Desa (Kades) Sindang, Carnita biasa di sebut Encang mengaku sangat senang bisa masuk dalam nominasi 15 desa wisata terbaik tingkat nasional. Ini pencapaian yang luar biasa bagi masyarakat Desa Sindang.

 

“Sangat bersyukur Kabupaten Indramayu bisa terwakilkan oleh Desa Sindang terkait desa wisata terbaik di tingkat nasional. Ini merupakan tantangan besar bagi kami untuk lebih baik lagi,”ucapnya, Sabtu (21/06/2025).

Baca Juga :  Satgas Yonif 700/WYC Berbagi Buku dan Pakaian di Kampung Yenggernok, Warga: “Kami Sangat Terbantu”

 

Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) 2025, merupakan ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia (RI) untuk mencari dan mengapresiasi desa-desa wisata terbaik di Indonesia.

 

Lomba ini merupakan bagian dari Lomba Desa Tematik 2025 dan bertujuan untuk mendorong pengembangan desa wisata yang berkelanjutan dan berdaya saing di tingkat nasional.

 

Tujuan dari LDWN 2025 adalah mengindentifikasi dan mengapresiasi desa wisata terbaik di Indonesia. Serta mendorong pengembangan desa wisata yang berkelanjutan.

 

Para peserta desa wisata yang memiliki daya tarik wisata dan dikelola oleh BUM Desa/BUM Desma atau pihak lain yang bekerja sama dengan BUM Desa/BUM Desma.

Baca Juga :  Bukan Modus Langkah Cepat Kades Boboh Tanggapi Aduan Warga Siap Gelar Musdus

 

Lomba ini biasanya terbagi dalam beberapa kategori berdasarkan potensi desa wisata dan status perkembangan desa. Penilaian dilakukan melalui beberapa tahap, termasuk seleksi administrasi, presentasi, dan verifikasi lapangan.

 

Desa yang berpartisipasi dan menjadi pemenang akan mendapatkan apresiasi dan dukungan dalam pengembangan desa wisata mereka. Lomba ini seringkali terkait dengan Festival Bangun Desa Bangun Indonesia, yang merupakan program besar dari Kemendes PDTT.

 

(Thoha)

Berita Terkait

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Berita Terbaru