Pengawasan Mandul, DPRKP Pamekasan Biarkan Proyek Siluman Bermasalah

- Redaksi

Jumat, 3 Oktober 2025 - 14:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: terlihat ukuran besi cor saat media mengecek di lapangan

Pamekasan, (ANGKAT BERITA) – Dugaan pelanggaran teknis pada proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Dusun Lembana, Desa Banyubulu, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, menyeret nama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) ke sorotan tajam publik.

Proyek yang sejak awal dianggap “siluman” karena tanpa papan informasi itu kembali dipertanyakan, setelah ditemukan besi tulangan hanya berdiameter 6–7 milimeter serta jarak antar sengkang mencapai 20 sentimeter, kualitas pekerjaan dipertanyakan keras, bagaimana mungkin proyek yang dibiayai uang rakyat dikerjakan dengan spesifikasi sekecil itu?

Baca Juga :  Meet and Greet Jadi Momentum Pererat Silaturahmi PT ESM dengan Toko Bagus

Muharram, ST., Kepala DPRKP Pamekasan, saat dimintai konfirmasi hanya menjawab singkat, bahwa sengkang ada hitungannya, namun kemudian ia berkilah:

“Kalau tidak sesuai, ya bongkar,” ujarnya, Jumat (03/10).

Jawaban tersebut bukannya menenangkan, malah memperkuat dugaan publik bahwa pengawasan dari dinas mandul, jika memang ada kesalahan fatal hingga muncul perintah bongkar, maka pertanyaan besarnya: di mana peran pengawasan Muharram selama ini? Mengapa masalah dibiarkan sampai publik ribut dulu baru mau turun tangan?

Agus Sugito, pemerhati kebijakan publik, menilai kelemahan pengawasan ini tidak bisa dianggap sepele.

Baca Juga :  Klarifikasi Pedagang Rokok Bodong di Pamekasan Viral, GASI "Betapa Kuatnya Bayang-Bayang Kekuasaan"

“Kalau sampai ada perintah bongkar, artinya dari awal dinas tidak bekerja. Itu bentuk kelalaian, pengawasan seharusnya dilakukan sebelum konstruksi dipasang, bukan setelah ramai di masyarakat,” tegas Agus.

Menurut Agus, Muharram sebagai Kepala Dinas tidak cukup hanya melempar kalimat “kalau tidak sesuai bongkar.” Kalimat itu justru menunjukkan ketidakseriusan dalam menjalankan fungsi leading sektor.

“Kalau sejak awal dinas lalai, wajar publik mempertanyakan integritas Muharram. Jangan sampai dinas hanya datang setelah masalah jadi skandal,” pungkasnya.

Berita Terkait

Perempuan di Sampang Diduga Dianiaya dan Disiram Sambal, Polisi Turun Tangan
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Ditetapkan Tersangka, SPDP Kasus Dugaan Pencabulan Disabilitas Warga Camplong Diterima Kejari Sampang
Tanggapi Keluhan Masyarakat, SPBU Karang Anyar Siap Evaluasi Pelayanan
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Rawas, Ditemukan Meninggal Dunia

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Perempuan di Sampang Diduga Dianiaya dan Disiram Sambal, Polisi Turun Tangan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Tanggapi Keluhan Masyarakat, SPBU Karang Anyar Siap Evaluasi Pelayanan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Berita Terbaru