Kadinkes Bangkalan Sebut RSIA Aisyiyah Sudah Sesuai Prosedur, Tapi Bayi Tetap Meninggal

- Redaksi

Minggu, 5 Oktober 2025 - 05:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKALAN.angkatberita.id

Kasus meninggalnya seorang bayi di RSIA Aisyiyah Bangkalan menuai sorotan tajam. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Nur Khotibah, menyatakan bahwa seluruh langkah yang dilakukan pihak rumah sakit sudah sesuai dengan prosedur dan standar operasional (SOP) yang berlaku.

“Kronologi yang disampaikan ke saya, sudah sesuai SOP, dan itu sudah dipresentasikan,” ujar Nur Khotibah saat ditemui di kantornya, Kamis (2/10).

Kadinkes menjelaskan, rujukan pasien ke RSUD Syamrabu Bangkalan tidak dapat dilakukan karena rumah sakit saat ini masih dalam tahap pembangunan gedung baru dan masih kewalahan menangani banyak pasien.

“Karena pihak rumah sakit Syamrabu Bangkalan masih dalam tahap pembangunan gedung dan banyak menangani pasien, lagipula bayi harus dalam kondisi stabil dulu, tidak ujuk-ujuk langsung dibawa harus sesuai protap, dikhawatirkan ada apa-apa di perjalanan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polairud,Basarnas,BPBD,Tagana Dan Relawan SAR Bersinergi Cari 2 Korban Yang Hilang

Dikatakan, upaya rujukan juga dilakukan ke RSUD dr. Soetomo Surabaya, namun saat itu untuk kasus neonatus (sebutan bayi baru lahir), fasilitas dan alat lainnya masih dipakai semua.

Menurutnya, sambil menunggu kepastian rujukan, Nur Khotibah yang juga ketua cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bangkalan dua periode hingga 2028 itu juga menyebut, tim dokter RSIA Aisyiyah telah melakukan tindakan preventif.

“Sementara itu observasi, pengawasan dan lain-lain sudah dilakukan sambil menunggu tanggapan,” terangnya.

Namun, ketika ditanya mengenai hasil diagnosa bayi naas itu, Kadinkes sempat terdiam sejenak seakan ragu menjawab, dan sesaat menyampaikan bahwa bayi mengalami gangguan pernapasan diduga akibat tersedak ketika minum susu dalam posisi miring.

Terpisah, Rifai ayah dari bayi pertamanya yang malang itu mencurahkan kekecewaannya terhadap pelayanan RSIA Bangkalan.

Baca Juga :  Istri Laporkan Suami ke Polres TTS atas Dugaan Penelantaran Anak dan Istri

“Waktu itu kaki dan tangannya sudah bengkak kenapa masih didiamkan seperti itu anak saya, tidak ada tindakan cepat hingga menunggu empat jam lamanya dan akhirnya fatal, anak saya meninggal. Apa mereka mau mengelak, apa perlu saya tunjukkan bukti dan saksi-saksi” ucapnya saat ditemui di rumahnya dengan sorot matanya yang tajam. Sabtu, (4/10).

Tidak hanya itu, Rifai juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap perawat disana.

“Dengan kondisi kritis seperti itu, masih saja bayi saya dibuat momen foto-foto sama perawatnya dengan pakaian bayi,” imbuhnya.

Rifai berharap, cobaan ini cukup dialami oleh anaknya saja dan tidak lagi menimpa bayi-bayi lain yang lahir di RSIA Aisyiyah Bangkalan.

Bersambung

 

Robin

Berita Terkait

Perempuan di Sampang Diduga Dianiaya dan Disiram Sambal, Polisi Turun Tangan
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Ditetapkan Tersangka, SPDP Kasus Dugaan Pencabulan Disabilitas Warga Camplong Diterima Kejari Sampang
Tanggapi Keluhan Masyarakat, SPBU Karang Anyar Siap Evaluasi Pelayanan
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Rawas, Ditemukan Meninggal Dunia

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Perempuan di Sampang Diduga Dianiaya dan Disiram Sambal, Polisi Turun Tangan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Tanggapi Keluhan Masyarakat, SPBU Karang Anyar Siap Evaluasi Pelayanan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Berita Terbaru