PAMEKASAN (ANGKAT BERITA) Material besi tulangan pada proyek Perluasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jaringan Perpipaan Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, menjadi sorotan setelah hasil pengukuran di lokasi menunjukkan diameter sekitar 11,2 milimeter.
Proyek yang dikerjakan CV Arda Jaya Abadi tersebut memiliki nilai kontrak Rp1.106.721.926 dengan sumber dana Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026. Berdasarkan papan informasi proyek, masa pelaksanaan pekerjaan selama 120 hari kalender.
Pengukuran material dilakukan pada 12 Agustus 2026 menggunakan jangka sorong digital saat pemantauan pekerjaan di lokasi.
Temuan tersebut kemudian dikonfirmasi kepada pihak terkait untuk memastikan apakah ukuran material yang terpasang telah sesuai dengan spesifikasi teknis, RAB dan dokumen kontrak.
Namun hingga berita ini ditulis, Kabid Sanitasi dan Air Bersih DPRKP Pamekasan, Andriani Daryanti, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi media.
Padahal, penjelasan dari pejabat teknis diperlukan untuk memastikan apakah hasil pengukuran tersebut sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam pekerjaan.
Media tidak menyimpulkan bahwa material tersebut telah menyalahi ketentuan, hasil pengukuran lapangan tersebut justru perlu dikonfirmasi kepada pihak yang berwenang agar dapat dibandingkan dengan spesifikasi dalam dokumen kontrak.
Jika material tersebut dinyatakan sesuai, DPRKP dapat menjelaskan dasar teknisnya kepada publik, sebaliknya, jika ditemukan ketidaksesuaian, perlu dijelaskan langkah perbaikan yang akan dilakukan.
Sementara itu, Arif Hidayat, yang disebut sebagai pelaksana pekerjaan, menyatakan pihaknya memiliki tata tertib dan prosedur untuk memasuki lokasi proyek.
“Kami punya tata tertib dan prosedur untuk memasuki lokasi pekerjaan,” kata Arif melalui pesan WhatsApp, Rabu (12/8).
Ia juga menyebut persoalan teknis telah ditangani oleh dinas terkait dan konsultan pengawas.
“Dan masalah teknis kami sudah ada dinas terkait dan konsultan pengawas,” ujarnya.
Sebelumnya, media ini juga telah menyampaikan kepada pihak pelaksana agar penggunaan material disesuaikan dengan ketentuan pekerjaan untuk menghindari persoalan di kemudian hari.
Pemantauan kemudian berlanjut di lokasi dan sempat terjadi cekcok antara wartawan dengan pihak di lapangan, seorang kepala tukang yang dikenal bernama Wawan disebut mendorong jurnalis ketika melakukan pemantauan pekerjaan.
Meski demikian, substansi utama yang perlu dijawab tetap menyangkut kesesuaian material dengan spesifikasi proyek.
Dengan nilai pekerjaan lebih dari Rp1 miliar yang bersumber dari anggaran pemerintah, keterbukaan mengenai spesifikasi dan kualitas pekerjaan menjadi penting.
Kini publik menunggu penjelasan DPRKP Pamekasan, apakah besi yang terukur sekitar 11,2 milimeter tersebut sesuai spesifikasi kontrak atau tidak.
Media masih menunggu jawaban Dinas DPRKP Pamekasan, Andriani Daryanti, untuk memberikan klarifikasi.








Komentar