Breaking News

Proyek Pagar Labkesmas Sampang diduga Banyak Penyimpangan, Pengawas Proyek Kurang Tanggung Jawab

BBG - Redaksi
3 menit baca•1,389 tayangan•Sampang Jawa Timur
Keterangan gambar: Kondisi beton yang tampak mengalami retak di sejumlah bagian serta aktivitas pekerja di lokasi proyek pembangunan di Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

SAMPANG (ANGKAT BERITA) Proyek pembangunan pagar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kabupaten Sampang senilai Rp530.716.863 menjadi sorotan setelah media menemukan sejumlah indikasi ketidaksesuaian pekerjaan, meliputi keretakan beton sloof, penggunaan wadah bekas galon cat untuk menakar campuran beton, dimensi lubang angkur besi yang dipersoalkan, hingga dugaan tidak adanya beton tumbuk.

Proyek yang dikerjakan CV Brahmana Jaya tercatat sebagai pelaksana proyek dengan nilai kontrak Rp530.716.863 tersebut berada di bawah leading sektor Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang, dengan sumber anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) earmark Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan temuan lapangan pada Kamis (8/10/2026), keretakan terlihat pada beton sloof di sisi selatan pagar, tepat di sebelah timur tiang listrik, di lokasi yang sama, media menemukan penggunaan wadah bekas galon cat berkapasitas sekitar 20 kilogram untuk menakar material campuran beton.

Komposisi campuran yang didokumentasikan media di lapangan terdiri atas satu bagian semen, sembilan bagian pasir, dan lima bagian batu cor, selain itu, dimensi lubang angkur besi menjadi perhatian karena dinilai sempit dan kurang dalam.

Temuan tersebut memerlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan kesesuaiannya dengan gambar kerja, spesifikasi teknis, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pemeriksaan meliputi mutu beton, metode penakaran material, pemasangan angkur, serta keberadaan beton tumbuk sesuai dokumen kontrak.

Kabid Yankes Dinkes KB Kabupaten Sampang, Nurul Syarifah, saat dikonfirmasi menyatakan campuran semen, pasir, dan batu cor yang dipersoalkan media telah sesuai.

“Sudah sesuai pak,” ungkapnya. Selasa (13/10)

Namun, pernyataan tersebut belum disertai penjelasan terperinci mengenai dasar teknis yang digunakan untuk menilai kesesuaian campuran dengan spesifikasi proyek.

Nurul juga menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut mendapat pendampingan dari tim teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ia mengaku tidak memiliki latar belakang teknis konstruksi dan menyebut terdapat surat keputusan (SK) terkait tim pendamping.

“Tadi ada PUPR juga, Pak Faisol tim teknisnya dari PUPR, ada SK-nya, untuk pendampingan, karena saya bukan teknis, jadi ada tim teknisnya, tapi ada pesan dari saya dan tim, pekerjaan harus lebih hati-hati, jangan sampai menyimpang dari RAB,” ujarnya.

Keterangan tersebut menjadi bagian dari klarifikasi atas temuan di lapangan, identitas personel, dasar penugasan, dan hasil evaluasi teknis tim pendamping masih perlu diperjelas.

Sebelumnya, Nurul menyatakan akan menindaklanjuti temuan media kepada pihak pelaksana dan konsultan pengawas.

Redaksi juga memiliki dokumen RAB yang akan digunakan untuk menelusuri kesesuaian antara perencanaan dan kondisi fisik pekerjaan, perbandingan tersebut penting untuk menguji apakah pelaksanaan di lapangan sesuai dengan volume, spesifikasi, dan ketentuan teknis dalam kontrak.

Apabila pemeriksaan membuktikan adanya pekerjaan yang tidak dilaksanakan, pengurangan volume, atau penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi, kondisi tersebut dapat memengaruhi kesesuaian nilai pembayaran pekerjaan.

Pembayaran yang tidak sesuai dengan volume atau prestasi pekerjaan berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara, besaran kerugian harus ditentukan melalui pemeriksaan dan perhitungan oleh pihak yang berwenang.

Di sisi lain, lembaga masyarakat berencana mengajukan audiensi dalam waktu dekat dengan membawa bukti temuan yang dimiliki, audiensi tersebut dimaksudkan untuk meminta penjelasan terkait pekerjaan pembangunan pagar Labkesmas Kabupaten Sampang.

Hingga berita ini disusun, CV Aruna Anagata sebagai pengawas proyek tersebut Masih Bungkam belum menjawab konfirmasi media

Sumber: Dinkes Sampang/Angkat Berita/Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer