Breaking News

Kelangkaan BBM di Bali Memicu Antrian Panjang di Berbagai Titik Pengisian  

Okik Direktur - Penulis
3 menit baca•185 tayangan

DENPASAR,  – (Angkat Berita) Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Bali sejak beberapa hari terakhir. Puncaknya hari ini pada Rabu 14 Oktober 2024, tepat pada pukul 06.10 WIB di daerah Badung, Denpasar, Gianyar juga Klungkung sejumlah SPBU mengalami kondisi yang sama. Terlihat ratusan antrian kendaraan yang mengular panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), bahkan sebelum jam operasional dimulai.14 Oktober 2026

Entah apa yang mengakibatkan hal ini terjadi, karena Kelangkaan BBM jelas membuat sejumlah aktivitas terhambat apalagi pagi hari saat masyarakat memulai semua aktivitas baik pergi bekerja atau mengantar sekolah.

Adapun beberapa alasan kelangkaan bisa saja terjadi karena:

1. Kendala Teknis Kapal Pengangku. Salah satu kapal tanker pengangkut BBM mengalami kendala pada bagian jangkar saat akan sandar di pelabuhan. Jadwal bongkar muat yang seharusnya pukul 06.30 WITA mundur hingga pukul 22.00 WITA, sehingga pasokan terlambat sampai ke depo dan SPBU

2. Lonjakan Permintaan BBM Bersubsidi. Adanya selisih harga yang cukup jauh antara BBM bersubsidi (Pertalite) dan non-subsidi mendorong peningkatan permintaan yang tinggi dan tidak terduga. Banyak kendaraan yang sebenarnya tidak berhak ikut mengonsumsi BBM subsidi, sehingga stok cepat habis

3. Panic Buying. Kabar tentang BBM mulai langka membuat masyarakat panik dan membeli dalam jumlah berlebihan, yang justru mempercepat kekosongan di SPBU.

4. Distribusi dari Depo ke SPBU Terhambat. Proses pengiriman BBM dari depo menuju SPBU juga terkendala kemacetan lalu lintas di beberapa titik, sehingga pengiriman tidak berjalan lancar

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrian terjadi di SPBU-SPBU yang melayani penjualan BBM jenis Pertalite dan Solar subsidi. Di beberapa titik, pengendara harus menunggu berjam-jam, dan banyak yang pulang dengan tangan kosong karena stok telah habis. Keluhan tidak hanya datang dari pengendara pribadi, tetapi juga pengemudi ojek online, taksi, hingga armada transportasi wisata yang merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Bali.

“Masyarakat mulai kesulitan dapat bahan bakar. Kadang harus keliling tiga sampai empat SPBU baru dapat, itu pun antriannya sangat lama,” ujar Mas Aji warga Bali yang kebetulan alumni Untag Surabaya menjelaskan fenomena antrian panjang di SPBU.

Kondisi ini berdampak pada meningkatnya harga BBM di pengecer tidak resmi yang memanfaatkan situasi, dijual jauh di atas harga patokan. Masyarakat meminta pihak terkait segera mengatasi masalah distribusi agar aktivitas harian tidak terganggu lebih lama. Untuk itu APH wajib turun tangan guna melakukan penertiban, agar juga moment ini tidak dimanfaatkan oleh oknum pengerit yang mulai merajalela.

Hingga saat ini, pihak Pertamina belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab kelangkaan tersebut, namun masyarakat berharap pasokan segera dikembalikan normal, mengingat Bali saat ini sedang memasuki musim kunjungan wisatawan yang tinggi.

Imbauan Kepada Masyarakat:

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, membeli sesuai kebutuhan, dan tidak melakukan penimbunan bahan bakar guna memastikan ketersediaan dapat dinikmati secara adil oleh sesama warga. Pihak berwenang juga mengingatkan agar tidak membeli BBM dari pengecer tidak resmi karena berisiko terhadap keamanan kendaraan dan melanggar peraturan yang berlaku.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer