SAMPANG (ANGKAT BERITA) Proyek peningkatan struktur jalan Madupat–Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, senilai Rp3,9 miliar menjadi sorotan, sejumlah material beton pracetak ditemukan tanpa identitas produsen, sementara beberapa U-Ditch yang telah terpasang dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian ujung.
Proyek yang menggunakan dana APBD Kabupaten Sampang Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai kontrak Rp3.902.171.000, pekerjaan dilaksanakan CV Sinergi Mitra Andalan, dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUR) Kabupaten Sampang sebagai sektor pengelola anggaran.
Temuan di lapangan Rabu (30/09) mencakup U-Ditch, penutup saluran serta gorong-gorong kotak beton bertulang yang tidak mencantumkan logo, merek, maupun identitas pabrik pembuat, kondisi tersebut memunculkan persoalan terkait keterlacakan material dan verifikasi kesesuaian mutu dengan spesifikasi kontrak.
Temuan ketiadaan identitas tersebut, ditambah kerusakan pada sejumlah U-Ditch, menjadi alasan kuat bagi pengawas untuk melakukan pemeriksaan teknis dan memverifikasi dokumen mutu sebelum pekerjaan dilanjutkan pada bagian yang bermasalah.
Konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) didesak mengambil tindakan tegas, material yang tidak dapat membuktikan kesesuaian dengan persyaratan SNI dan spesifikasi kontrak harus ditolak serta dikembalikan kepada penyedia.
Pekerjaan yang berkaitan dengan material tersebut juga perlu dihentikan sementara sesuai kewenangan dan ketentuan kontrak sampai asal-usul, mutu, serta kelayakannya dipastikan melalui pemeriksaan teknis.
Langkah itu dinilai penting untuk mencegah potensi kerugian akibat penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi, jika pemeriksaan membuktikan adanya ketidaksesuaian, penyedia harus melakukan perbaikan atau penggantian sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam proyek infrastruktur yang dibiayai uang rakyat, penyelesaian pekerjaan secara fisik tidak cukup menjadi ukuran keberhasilan, kualitas material, kesesuaian volume, spesifikasi teknis, dan pertanggungjawaban anggaran juga harus dapat dibuktikan.
Sejumlah masyarakat menyatakan akan menggelar audiensi ke DPUPR Kabupaten Sampang apabila konsultan pengawas tidak mengambil tindakan tegas terhadap temuan tersebut.
Mereka mendesak agar material yang tidak memenuhi atau tidak dapat membuktikan kesesuaian dengan persyaratan teknis dikembalikan kepada penyedia, penghentian sementara pekerjaan terkait juga diminta dilakukan sampai hasil pemeriksaan memberikan kejelasan.
Rencana audiensi tersebut menjadi bentuk pengawasan publik terhadap proyek bernilai miliaran rupiah yang menggunakan anggaran daerah, masyarakat meminta DPUPR Sampang memastikan persoalan mutu ditangani secara transparan dan setiap keputusan pengawasan memiliki dasar teknis yang jelas.
Hingga berita ini ditulis, DPUPR Kabupaten Sampang, CV Sinergi Mitra Andalan, dan konsultan pengawas belum memberikan penjelasan resmi mengenai temuan material tanpa identitas produsen maupun kerusakan U-Ditch tersebut.

Komentar