DENPASAR (ANGKATBERITA) – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar Trimo, S.H., M.H., mengingatkan lulusan Fakultas Hukum Universitas Udayana (Unud) agar menjadikan integritas sebagai landasan dalam menjalankan profesi hukum. Gelar akademik harus diimbangi tanggung jawab moral, intelektual, dan sosial dalam memperjuangkan keadilan.
Pesan itu disampaikan Trimo saat memberikan sambutan dan motivasi dalam yudisium Program Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) Fakultas Hukum Unud. Dia mengangkat tema Menjadi Insan Hukum yang Berintegritas, Berkarakter, dan Berkontribusi bagi Keadilan serta Kemajuan Bangsa.
Trimo menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yudisium yang telah menyelesaikan pendidikan. Menurut dia, keberhasilan tersebut merupakan hasil perjuangan, ketekunan, serta dukungan orang tua dan keluarga. Namun, yudisium bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar.
Dia menegaskan, gelar sarjana, magister, maupun doktor hukum bukan sekadar kebanggaan akademik. Gelar tersebut merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui perilaku, karya, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Nilai seorang lulusan tidak hanya ditentukan oleh gelar yang tertulis di belakang namanya, tetapi juga oleh integritas, perilaku, karya, dan manfaat yang diberikannya kepada sesama,” tegasnya.
Trimo juga mengingatkan lulusan agar memegang tiga prinsip utama, yakni integritas, kompetensi, dan keberpihakan pada keadilan. Kejujuran tidak boleh dikorbankan demi kepentingan apa pun. Selain itu, insan hukum harus terus memperbarui pengetahuan serta menggunakan keilmuannya untuk melindungi hak-hak masyarakat.
“Hukum yang kuat membutuhkan manusia yang berintegritas. Sebab, setinggi apa pun pengetahuan seseorang, tanpa integritas, ilmu dapat kehilangan arah dan kewenangannya dapat kehilangan makna,” ujarnya.
Dia berharap, para lulusan tidak menjadikan ilmu hukum semata-mata sebagai jalan memperoleh penghasilan atau jabatan. Lebih dari itu, ilmu hukum harus menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat. Keberhasilan seorang insan hukum, menurut dia, tidak hanya diukur dari perkara yang dimenangkan atau jabatan yang diraih, tetapi juga dari keadilan yang diperjuangkan.
“Gelar membuat nama Saudara bertambah panjang, tetapi integritaslah yang membuat nama Saudara memiliki arti,” pungkasnya.

Komentar