Klarifikasi Pedagang Rokok Bodong di Pamekasan Viral, GASI “Betapa Kuatnya Bayang-Bayang Kekuasaan”

- Redaksi

Jumat, 10 Oktober 2025 - 17:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: surat klarifikasi dari ibu yang viral video menyebut nama H. Her dan H. Sugik

Pamekasan (ANGKAT BERITA) – Seorang pedagang rokok di Pamekasan awalnya berbicara lantang saat didatangi petugas cukai, ia menyebut nama dua tokoh berpengaruh, H. Her dan H. Sugik. Namun, keberanian itu tak bertahan lama, beberapa hari kemudian, sebuah surat klarifikasi dibuat, isinya, penarikan ucapan dengan alasan panik dan takut.

Fenomena itu memantik sorotan tajam dari Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI). Menurut organisasi ini, peristiwa tersebut bukan sekedar perubahan sikap seorang pedagang, melainkan cermin nyata kuatnya bayang-bayang kekuasaan di tengah masyarakat kecil.

“Ketika nama tokoh besar disebut, keberanian rakyat kecil langsung padam, klarifikasi ini bukan hanya soal ucapan yang ditarik, tapi tentang rasa takut yang lahir karena ketidaksetaraan sosial,” ujar Koordinator GASI, Jumat (10/10)

Baca Juga :  Ditetapkan Tersangka, SPDP Kasus Dugaan Pencabulan Disabilitas Warga Camplong Diterima Kejari Sampang

Madura dikenal sebagai salah satu wilayah dengan peredaran rokok ilegal yang tinggi, direktorat Jenderal Bea Cukai berulang kali melakukan razia, bahkan menggandeng aparat daerah untuk menekan peredarannya.

Namun, di lapangan, penindakan kerap terbentur faktor sosial dan politik, banyak pedagang kecil merasa hanya menjadi sasaran, sementara jaringan yang lebih besar justru sulit disentuh, dalam situasi inilah, muncul ketakutan berlebih ketika nama tokoh berpengaruh ikut terseret.

Menurut GASI, kasus ini menegaskan bahwa suara rakyat kecil belum sepenuhnya merdeka, klarifikasi yang dibuat pedagang rokok tersebut justru memperlihatkan tekanan psikologis yang dialami masyarakat saat bersinggungan dengan penguasa atau pemodal lokal.

Baca Juga :  TTS Digegerkan Kasus Dana PIP Hilang, Kepala Dinas Sosial Beri Penjelasan

“Kalau rakyat kecil sudah tidak berani bicara apa adanya, siapa lagi yang bisa mengungkap kebenaran? Situasi ini jelas merugikan masyarakat luas dan melemahkan penegakan hukum,” tambah Koordinator GASI ini.

GASI menekankan bahwa demokrasi akan lumpuh bila keberanian masyarakat terus padam karena bayang-bayang kekuasaan, negara diminta hadir memberikan perlindungan agar masyarakat tidak selalu dipaksa tunduk, apalagi sampai mengorbankan kebenaran demi keselamatan diri.

Bagi GASI, kasus klarifikasi pedagang rokok ini bukan hanya cerita tentang ucapan yang ditarik kembali, melainkan gambaran jelas ketidaksetaraan sosial di daerah. “Rakyat kecil butuh keberanian, tapi keberanian itu hanya mungkin lahir bila negara menjamin perlindungan, jika tidak, suara mereka akan selalu terbungkam,” pungkasnya.

Berita Terkait

Perempuan di Sampang Diduga Dianiaya dan Disiram Sambal, Polisi Turun Tangan
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Ditetapkan Tersangka, SPDP Kasus Dugaan Pencabulan Disabilitas Warga Camplong Diterima Kejari Sampang
Tanggapi Keluhan Masyarakat, SPBU Karang Anyar Siap Evaluasi Pelayanan
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Rawas, Ditemukan Meninggal Dunia

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Perempuan di Sampang Diduga Dianiaya dan Disiram Sambal, Polisi Turun Tangan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Tanggapi Keluhan Masyarakat, SPBU Karang Anyar Siap Evaluasi Pelayanan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Berita Terbaru