Anggaran Rp1,7 Miliar Dipertanyakan, KONI Sampang Dinilai Tak Maksimal Fasilitasi Cabor

- Redaksi

Selasa, 1 Juli 2025 - 11:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANGhttps://angkatberita.id – Konflik antara KONI Sampang dan IPSI kian liar tak terkendali, klarifikasi yang dilontarkan oleh Wakil Sekretaris KONI Kabupaten Sampang, Moh. Yusuf (alias Bang Ucup), soal pencoretan cabor pencak silat di ajang Porprov Jatim 2025 justru membuat suasana semakin panas, alih-alih menenangkan situasi, pernyataannya malah dianggap menyulut api dan memperkeruh keadaan.

Dikutip dari media kompas86.com, Ucup dalam keterangannya menyebut bahwa pencak silat tak ikut Porprov bukan karena dianaktirikan, tapi karena “pihak IPSI tidak siap dan tidak sanggup.” Bahkan, ia secara gamblang menuding bahwa IPSI baru menghubungi setelah pendaftaran ditutup, pernyataan ini dianggap sangat merendahkan dan tidak berdasar.

“Kami sudah panggil, mereka yang gak siap, kalau mau protes, protes ke panitia Porprov Jatim, bukan ke KONI,” ucap Ucup, yang sekaligus berdalih bahwa KONI hanya memfasilitasi, bukan pengambil keputusan akhir.

Lebih parah lagi, Ucup berkeluh-kesah soal anggaran hibah KONI yang menurutnya hanya Rp1,7 miliar, ia mencoba membandingkan dengan kabupaten lain, seperti Bangkalan, seolah ingin menutupi kelemahan manajerial internal KONI dengan dalih kekurangan dana.

Baca Juga :  Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal

Namun, seluruh pernyataan itu langsung dibantah secara brutal dan terbuka oleh Sekretaris Umum IPSI Kabupaten Sampang, Syaiful Arif, SE., M.Pd, ia menyebut pernyataan Ucup sebagai “kebohongan publik” yang disengaja untuk mencuci tangan dari kelalaian KONI sendiri.

“Jangan lempar batu sembunyi tangan! Pemanggilan dilakukan setelah tanggal seleksi ditetapkan, lalu kami disuruh rombak jadwal seenaknya? Keterlaluan, jangan ajari IPSI soal etika organisasi dan administrasi!” tegas Syaiful.

Syaiful bahkan menantang KONI untuk membuktikan ucapannya dengan fakta konkret:

“Kalau benar kami dipanggil berkali-kali, ayo tunjukkan tanggalnya! Jangan asal bicara di media dan menyudutkan IPSI seolah kami yang bodoh dan tak profesional, ini bentuk penghinaan!”

Baca Juga :  Tukar Guling Lahan Puskesmas Karangpenang Masih Abu-abu, Dinkes Sampang Bungkam

Tak berhenti di situ, Syaiful juga menyoroti mental KONI Sampang yang dinilai lemah dan tidak punya nyali mengakui kesalahan sendiri, ia menyebut KONI seperti “penonton yang sok jadi sutradara.”

“Mereka bilang hanya fasilitator, tapi faktanya ingin mengatur dan menyalahkan, jangan-jangan KONI memang tidak punya niat mengikutsertakan IPSI sejak awal, jika benar, ini bukan sekadar kelalaian, tapi sabotase moral!” imbuhnya.

Isu ini pun makin menyulut amarah dari komunitas silat se-Sampang, desas-desus soal rencana aksi besar-besaran dari para pendekar dan perguruan silat pun mulai bergema di media sosial, mereka merasa dicampakkan oleh induk organisasi olahraga daerahnya sendiri.

Pertanyaannya sekarang: ada apa sebenarnya di balik sikap KONI? Kenapa hanya pencak silat yang terbuang?

Ketika dana Rp1,7 miliar digelontorkan, namun cabang-cabang berprestasi justru tak difasilitasi, maka publik pantas curiga — ada aroma busuk di balik meja KONI Sampang?

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru