Tukar Guling Lahan Puskesmas Karangpenang Masih Abu-abu, Dinkes Sampang Bungkam

- Redaksi

Senin, 28 Juli 2025 - 11:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi puskesmas

Sampang, angkatberita.id  – Proses tukar guling lahan untuk pembangunan Puskesmas baru di Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang, hingga kini masih menyisakan persoalan. Sabtu (28/07),

Muncul desakan dari masyarakat yang mempertanyakan kejelasan atas kekurangan lahan pengganti yang menjadi bagian dari perjanjian antara Pemerintah Desa Karangpenang Oloh dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang.

Dari pantauan media, hingga Senin (28/07), belum ada keterangan resmi dari pihak Dinkes terkait perkembangan penyelesaian kekurangan lahan tersebut, media yang mencoba mengonfirmasi melalui sambungan WhatsApp kepada pejabat Dinkes, hanya mendapat jawaban singkat dari Amir yang menyatakan, “Masih di BKPSDM… ada desk,” tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Baca Juga :  RUMAH WARGA BINAAN DI BOBOL MALING, BABINSA KORAMIL 411-04/TMJ, DIM 0411/KM DENGAN SIGAP SAMBANGI DAN MENGECEK RUMAH TEMPAT KEJADIAN. 

Jawaban tersebut menambah keraguan masyarakat yang sejak awal menginginkan adanya transparansi dalam proses tukar guling tersebut, publik hanya ingin memastikan bahwa lahan baru yang digunakan untuk pembangunan Puskesmas benar-benar menggantikan secara adil lahan eksisting yang sebelumnya digunakan untuk fasilitas kesehatan lama.

Sebelumnya, Kepala Bidang Aset BPKAD Kabupaten Sampang Achmad Murang telah mengonfirmasi bahwa proses tukar guling memang sudah dilakukan, namun masih menyisakan kekurangan. “Lahan yang digunakan untuk Puskesmas baru lebih luas dibanding lahan pengganti. Maka dari itu, Dinkes diminta menambah agar nilai dan luasan tanah seimbang,” ungkapnya.

Namun pernyataan itu belum diikuti dengan penjelasan tindak lanjut dari pihak Dinkes, ketiadaan informasi tersebut semakin memperbesar spekulasi di masyarakat tentang kemungkinan adanya penyimpangan.

Baca Juga :  Polres Langkat Tegas Berantas Narkoba, Dua Lokasi Rawan di Tanjung Pura Dibersihkan

Warga Karangpenang secara terbuka menyuarakan harapan agar pembangunan Puskesmas tetap berjalan tanpa mengorbankan prinsip keadilan dan keterbukaan. “Kami tidak menolak pembangunan, tapi prosesnya harus jelas, tanah desa itu aset publik, jangan sampai ada permainan,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya.

Publik kini menanti komitmen Pemerintah Kabupaten Sampang, khususnya Dinas Kesehatan, untuk segera menyampaikan informasi yang jujur dan akurat kepada masyarakat. Ketertutupan informasi di tengah proses pembangunan fasilitas vital seperti layanan kesehatan justru bisa memicu ketidakpercayaan dan polemik berkepanjangan.

 

(Bersambung)

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru