Pekerjaan Rabat Beton Sarat Kejanggalan, PJ Karang Penang Oloh Bungkam Seribu Bahasa

- Redaksi

Senin, 28 Juli 2025 - 09:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang, angkatberita.id – Proyek pembangunan rabat beton yang berlokasi di Dusun Bung Carba, Desa Karangpenang Oloh, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang, menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan. Senin (28/07)

Dugaan kejanggalan dalam pelaksanaan teknis proyek tersebut kian mencuat dan memantik tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Pantauan di lapangan, proyek rabat beton yang tengah dikerjakan itu tidak dilengkapi dengan papan nama kegiatan, akibatnya, publik tidak mengetahui besaran anggaran, sumber dana, maupun volume pekerjaan yang dilaksanakan, padahal, transparansi adalah amanat undang-undang dan menjadi bagian dari prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Selain itu, aspek teknis pelaksanaan proyek pun dipertanyakan, lapisan sirtu dasar terlihat tidak dilakukan pemadatan yang memadai, bahkan tidak tampak adanya lapisan plastik di bawah adukan cor beton, hal ini berpotensi menyebabkan campuran air langsung meresap ke tanah, yang tentu berdampak buruk bagi daya tahan struktur dalam jangka panjang.

Baca Juga :  LPLHK Maksimalkan Kinerja Jajarannya Sesuai UU No 32 Tahun 2009

“Kalau air dari cor langsung meresap ke tanah tanpa lapisan pelindung, itu bisa menyebabkan beton cepat retak dan rusak, ini pekerjaan asal jadi kalau memang benar begitu,” ungkap salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Masyarakat pun mempertanyakan pengawasan dari pihak desa, terlebih posisi Penanggung Jawab (PJ) Desa Karangpenang Oloh Arif, saat dikonfirmasi terkait dugaan pelanggaran teknis ini, PJ desa justru memilih bungkam, tidak ada jawaban, baik secara langsung maupun melalui saluran komunikasi yang dihubungi oleh media.

Baca Juga :  Proyek Jalan Hotmix Didesa Sidadadi Diduga Tidak Sesuai Spek Dan Terindikasi Korupsi   

Kondisi ini menambah panjang daftar kecurigaan publik bahwa proyek tersebut sarat masalah, bahkan patut didalami oleh aparat penegak hukum dan inspektorat daerah.

“Kalau seperti ini terus dibiarkan, maka masyarakat dirugikan dan uang negara mubazir, kami minta BPK dan APH turun tangan,” ujar tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kecamatan maupun dinas terkait juga belum memberikan keterangan resmi. Media akan terus berupaya mengonfirmasi kepada pihak-pihak terkait demi mendapatkan kejelasan.

 

(Redaksi)

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru