Pelaksanaan Musdesus Desa Poreh Dipertanyakan, Tidak Dihadiri PJ Kades

- Redaksi

Senin, 19 Mei 2025 - 17:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Acara Musdesus tidak dihadiri PJ Kades Poreh

Sampang|| ANGKAT BERITA – Pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) di Desa Poreh, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, pada Senin (19/05), menjadi sorotan setelah diketahui tidak dihadiri oleh Penjabat (PJ) Kepala Desa Poreh, Fathorrahman.

Musdesus tersebut membahas pembentukan Koperasi Merah Putih, program nasional yang digagas Presiden Prabowo sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat desa.

Saat dihubungi, PJ Kades Poreh, Fathorrahman, menyatakan bahwa dirinya tidak hadir karena sakit dan menyebut bahwa yang menggantikannya adalah H. Latip, mantan kepala desa.

Baca Juga :  Satgas Yonif 123/Rajawali Gelar Karya Bhakti Jumat Bersih di Distrik Haju

“Saya sakit, dan yang menggantikan H. Latip, mantan Kades Poreh,” ujar Abdurrahman melalui sambungan telepon kepada media ini.

Namun demikian, hingga berita ini ditayangkan, belum ada informasi mengenai adanya surat tugas atau mandat resmi secara tertulis yang memberikan kewenangan kepada H. Latip untuk mewakili PJ Kepala Desa dalam forum resmi pemerintahan desa tersebut.

Musdesus merupakan forum formal yang seharusnya dipimpin oleh kepala desa atau perangkat desa yang masih aktif dan memiliki dasar hukum untuk bertindak.

Baca Juga :  Yayasan Ksatria Medika Airlangga, Dinkes Sampang, dan Puskesmas Mandangin Adakan Bhakti Mandangin untuk Deteksi Dini Penyakit Katastropik

Ketidakhadiran pejabat resmi dan tidak adanya dokumen penugasan tertulis dapat menimbulkan pertanyaan mengenai keabsahan hasil musyawarah.

Media ini juga telah berupaya mengonfirmasi hal ini kepada Camat Karang Penang, namun belum mendapat tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Pihak kecamatan dan instansi terkait diharapkan dapat memberikan klarifikasi guna memastikan bahwa seluruh proses pembentukan Koperasi Merah Putih di Desa Poreh berjalan sesuai ketentuan dan mekanisme resmi yang berlaku.

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru