RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep Dipenuhi “Pegawai Siluman”

- Redaksi

Selasa, 20 Mei 2025 - 15:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak depan gedung RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep siang hari.

SUMENEP||angkatberita -RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep, Jawa Timur dari hari ke hari kian dipenuhi “pegawai siluman”. Ironisnya mereka merupakan pegawai titipan/ bawaan sejumlah pihak.

Hal itu terungkap saat sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) berunjukrasa di halaman Kantor Bupati, Jalan dr Cipto, Kecamatan Kota, 20 Mei 2025.

Selain berorasi, mahasiswa juga membentangkan sejumlah alat peraga untuk mengecam dugaan penyimpangan yang dilakukan para pejabat rumah sakit.

Berdasarkan data GERAM, terdapat 51 orang yang digaji dari belanja pegawai. Mereka menjadi pegawai rumah sakit pelat merah itu melalui jalur Ikatan Kerja Sama (IKS).

Baca Juga :  Gotong Royong Satgas Yonif 521/DY Bersama Masyarakat Buka Lahan Baru Untuk Swasembada Pangan di Eragayam

Dari jumlah tersebut, dua diantaranya adalah spesialis anak dan onkologi. Setelah dicari peraturannya, kedua spesialis itu memang layak menjadi pegawai melalui jalur IKS.

Sementara, 49 lainnya merupakan “pegawai titipan”. Bahkan di awal Mei 2025, rumah sakit kembali memasukkan seorang pegawai lewat jalur belakang. Jadi totalnya 52 orang.

Salah satu “pegawai siluman” yang berkamuflase lewat jalur IKS berinisial HB. Perempuan itu merupakan titipan orang berpengaruh di kabupaten ujung timur Madura. Dia lulusan Diploma Tiga (D3).

Baca Juga :  Bulog Bersinergi dengan Polres Indramayu Melalui PC Bhayangkari Gelar GPM 

Pada masa kepemimpian direktur sebelumnya, HB digaji dari hasil urunan para pegawai, tapi kini perempuan itu sudah menjadi pegawai melalui jalur IKS.

Seharusnya, IKS diperuntukkan bagi tenaga medis yang sangat dibutuhkan, seperti spesialis yang belum ada di rumah sakit itu, tapi kenyataannya IKS hanya menjadi kedok para “pegawai titipan”.

“Bicara soal pegawai titipan, yang kami ungkap baru dari jalur IKS, belum lagi rekrutmen lewat jalur karyawan BLUD dan jalur PPPK,” kata Muhmadun, Korlap Aksi.(asm/nji)

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru