MBG Al Baghdady, Dari Dapur Higienis untuk Generasi Cerdas Sampang

- Redaksi

Rabu, 1 Oktober 2025 - 21:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang, angkatberita.id – Hadirnya dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Yayasan Al Baghdady, Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, disambut penuh harapan oleh para orang tua dan siswa.

Program yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto ini diyakini mampu meningkatkan kesehatan sekaligus semangat belajar anak-anak di sekolah.

Sebelum prosesi gunting pita, rangkaian launching MBG Al Baghdady terlebih dahulu diawali dengan acara santunan anak yatim, momen ini menambah khidmat suasana, sekaligus menjadi pengingat bahwa hadirnya dapur higienis ini tidak hanya untuk memenuhi gizi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial dan doa bersama agar program berjalan lancar serta memberi manfaat luas.

Baca Juga :  Patroli Blue Light Sat Samapta Polres Langkat, Antisipasi Geng Motor dan Kejahatan Jalanan

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Baghdady, Azizi Agam Hidayatulloh, menjelaskan bahwa penyediaan makanan bergizi bukan sekedar memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang generasi muda.

“Ketika anak-anak mendapat makanan yang bergizi, otomatis konsentrasi belajarnya meningkat, kita ingin memastikan mereka bisa tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya saat launching dapur MBG, Rabu (01/10/2025).

Untuk menjamin hal itu, Azizi menyebut pengawasan ketat dilakukan sejak awal proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, hingga makanan sampai ke meja siswa.

Tim gizi khusus juga dilibatkan agar menu yang disajikan sesuai standar kesehatan dan kebutuhan usia sekolah.

Baca Juga :  SPPG Alas Rajah Luncurkan Program M B G, Kolaborasi Pemerintah dan Yayasan untuk Penguatan Gizi Masyarakat

Selain aspek gizi, Azizi menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat, menurutnya, orang tua tidak perlu khawatir karena semua petugas dapur dilatih sesuai SOP yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Kesehatan.

“Ini bukan hanya soal makanan, tapi juga soal rasa aman dan keyakinan bahwa anak-anak mereka benar-benar mendapatkan asupan yang layak,” katanya.

Dapur MBG Al Baghdady dijadwalkan akan melayani 3.326 siswa dari 51 sekolah di Kedungdung. Operasional penuh akan dimulai pada 6 Oktober 2025 mendatang.

“Semoga dengan MBG, anak-anak kita lebih sehat, rajin sekolah, dan siap menggapai cita-cita mereka,” pungkas Azizi.

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru