Mahasiswa Padati Halaman Mapolres Sampang, Protes Keras Dugaan Ketidak Adilan

- Redaksi

Jumat, 22 November 2024 - 00:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Teatrikal tabur bunga di depan Mapolres Sampang


Sampang (ANGKAT BERITA) Puluhan massa dari aliansi Pemuda dan Mahasiswi Peduli Kemanusiaan memadati halaman Mapolres Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Kamis (21/11). Aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap dugaan ketidakadilan yang dinilai mencederai prinsip-prinsip kemanusiaan. Dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan, massa menyuarakan desakan agar pihak kepolisian segera bertindak tegas atas sejumlah permasalahan yang dianggap mengancam nilai keadilan di wilayah tersebut.

Dalam orasinya, Abdurahman selaku koordinator lapangan menegaskan bahwa pihak Polda Jawa Timur dan Polres Sampang harus bertindak tegas terhadap para pelaku pengeroyokan. “Terhadap orang-orang yang diduga melakukan pengeroyokan, pihak Polda Jatim dan Polres Sampang harus tegas dan menuntaskan seperti yang dipesankan Kapolri,” tegas Abdurahman di hadapan massa aksi.

Baca Juga :  Mutasi Ahmad Sahroni Picu Spekulasi: Benarkah Upaya “Pembungkaman” di Tengah Konflik dengan Salsa?




Foto: Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Kemanusiaan




Ia juga menyampaikan bahwa pengungkapan kasus pengeroyokan terhadap Jimmy Sugito Putra dapat menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk mengidentifikasi para provokator di balik peristiwa tersebut. “Penangkapan pelaku pengeroyokan terhadap Jimmy dapat dijadikan pintu masuk kepolisian untuk mengungkap siapa-siapa saja provokatornya,” ujarnya.

Abdurahman menekankan pentingnya aparat penegak hukum bekerja secara profesional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta menjaga citra positif institusi kepolisian. “Kami mendorong penegak hukum untuk bekerja secara profesional dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila serta senantiasa menjaga citra institusi kepolisian,” imbuhnya.

Menurut Abdurahman, peristiwa pengeroyokan ini tampak jelas sebagai tindakan yang direncanakan oleh kelompok provokator yang telah mendeteksi keberadaan korban di lokasi kejadian. “Dengan alasan beda pilihan di pilkada, jelas tiba-tiba sekelompok orang menganiaya secara bersama-sama, menganiaya hingga meninggal,” jelasnya.

Aksi massa ini juga diwarnai dengan teatrikal tabur bunga di depan Mapolres Sampang sebagai simbol duka cita atas meninggalnya Jimmy Sugito Putra dalam insiden tragis yang terjadi pada 17 November lalu.

Baca Juga :  Lapangan Sepak Bola Rp2,5 Miliar di Sampang Bermasalah: Publik Menanti Langkah Tegas Inspektorat.

;;;;;;;

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru