Jangan Panik, Segera Lapor! Begini Cara Tangani PMK Menurut Ir. Suyono

- Redaksi

Jumat, 10 Januari 2025 - 13:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang

SAMPANG|| ANGKAT BERITA – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kabupaten Sampang, Ir. Suyono, mengimbau masyarakat pemelihara sapi untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini melanda beberapa daerah.

“Harapan saya, peternak tidak usah panik menghadapi PMK, karena PMK ini tingkat kematiannya hanya 5 persen, masih kalah dengan Bovine Ephemeral Fever (BEF),” jelas Suyono dalam keterangannya Jum’at (10/01)

Ia juga menekankan pentingnya langkah cepat dari masyarakat jika menemukan gejala PMK pada ternaknya. “Saya meminta kepada masyarakat agar segera melapor kepada petugas, supaya mereka bisa datang, memeriksa, dan memberikan pengobatan. Jika dibiarkan, penyakit ini bisa menular ke ternak lainnya,” tambahnya.

Baca Juga :  Drama Disporabudpar " Beda Media Beda Keterangan " Menyesatkan

Menurut data terakhir hingga 7 Januari 2025, sebanyak 510 kasus PMK telah dilaporkan di Kabupaten Sampang. Dari jumlah tersebut, 256 ekor sapi dinyatakan sembuh setelah mendapatkan penanganan dari petugas.

Disperta KP terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait gejala, pencegahan, dan pengobatan PMK. Penyakit ini dapat dikenali dari gejala seperti demam tinggi, lepuh di mulut, lidah, atau kuku, serta kesulitan berjalan pada ternak.

Baca Juga :  Polimik Publik DPRD dan Pemda TTS Disoroti Oleh Hendrik Tanoni

Untuk menekan penyebaran, Dinas mengimbau peternak untuk menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas ternak, serta melapor jika menemukan gejala mencurigakan pada sapi mereka. Peternak juga diminta bekerja sama dengan petugas lapangan untuk memastikan penanganan yang tepat dan cepat.

“Kerja sama masyarakat sangat penting untuk mengendalikan wabah ini. Jangan ragu untuk melapor, karena penanganan dini sangat menentukan kesembuhan ternak,” tutup Suyono.

Dengan langkah-langkah ini, Disperta KP Sampang berharap wabah PMK dapat segera terkendali dan para peternak dapat kembali menjalankan aktivitasnya dengan tenang.

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru