Heboh Video Tak Layak di RSUD Moh. Zyn, Aktivis Kritik Citra Pelayanan yang Dinilai Hanya Branding

- Redaksi

Senin, 28 April 2025 - 23:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Heboh Video Tak Layak di RSUD Moh. Zyn, Aktivis Kritik Citra Pelayanan yang Dinilai Hanya Branding

Sampang||ANGKAT BERITA  – Sebuah video berdurasi 42 detik yang memperlihatkan sejumlah orang tidur di area emperan RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang viral di media sosial dan mengundang perhatian publik.

Video tersebut menimbulkan kontroversi karena dinilai mencerminkan buruknya penataan lingkungan rumah sakit, bahkan disorot karena dugaan tampilan tak layak di ruang publik.

Dalam video, tampak beberapa orang tidur di lorong yang biasa menjadi akses keluar masuk pengunjung, kondisi ini memicu keluhan dari sejumlah pengunjung lain, terutama karena rumah sakit tersebut dikenal sebagai instansi yang baru saja meraih penghargaan dan dipromosikan sebagai rumah sakit berprestasi.

Baca Juga :  Diskopindag Sampang Tertibkan Pedagang Kaki Lima Guna Ciptakan Pasar Omben yang Rapi dan Tertata

“Citra pelayanan dan pengelolaan rumah sakit tampaknya hanya tampak baik di permukaan,” ujar seorang aktivis sosial yang enggan disebutkan namanya.

Menanggapi kejadian itu, Humas RSUD Moh. Zyn, Amin Jakfar, mengatakan bahwa kemungkinan pengunjung tersebut tertidur karena kelelahan saat mengurus keluarganya yang sakit, iya mengklaim telah memberi arahan kepada petugas keamanan untuk lebih waspada dalam menjaga kenyamanan area publik rumah sakit.

“Soal pengunjung yang tidur di emperan, sebenarnya tidak diperbolehkan, kami sudah informasikan bahwa maksimal dua orang boleh menjaga pasien secara bergantian,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Namun, pernyataan tersebut dinilai sebagian warganet sebagai bentuk pembenaran, terlebih, pihak rumah sakit menyebut video itu merupakan kejadian dua bulan lalu yang sudah ditangani, namun tetap menimbulkan pertanyaan soal efektivitas pengawasan.

Baca Juga :  Bungkam di Tengah Skandal, Kasi Intel Kejari Sampang Diduga Tak Siap Diperiksa Publik

Sementara itu, pengelolaan lingkungan rumah sakit seharusnya mengikuti prinsip-prinsip sistem manajemen lingkungan seperti ISO 14001, yang mencakup struktur, prosedur, dan pengawasan berkelanjutan agar rumah sakit menjadi tempat yang bersih, tertib, dan aman untuk semua kalangan, termasuk anak-anak.

Munculnya video ini menjadi evaluasi penting bagi pihak RSUD Moh. Zyn untuk memperbaiki sistem pengawasan dan tata kelola pengunjung demi menjaga kenyamanan dan profesionalitas layanan kesehatan di Kabupaten Sampang.

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru