
SUMENEP||https://Angkatberita.id – Tanggapi dugaan bau busuk proyek fiktif mulai terbongkar, Kepala Desa Aenganyar, Kecamatan Giligenting, Sumenep berdalih tidak ada tukang atas dua paket pekerjaan peningkatan jalan aspal/Lapen senilai hampir Rp 150 juta dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024, yang diduga hanya ada di atas kertas.
Berdasarkan dokumen anggaran, proyek pertama adalah peningkatan jalan aspal/Lapen di Dusun Panggulan Timur sepanjang 250×2 meter senilai Rp 85.969.700. Proyek kedua, peningkatan jalan aspal/Lapen di Dusun Morassem Timur sepanjang 175×2 meter senilai Rp 62.868.800.
Namun, hasil penelusuran lapangan menemukan indikasi mencengangkan: pekerjaan tersebut tidak sesuai volume yang tercantum, bahkan di beberapa titik sama sekali tidak ada bekas pengerjaan. Fakta ini memunculkan dugaan proyek fiktif untuk menguras Dana Desa.
Aktivis antikorupsi mendesak Kejaksaan dan Kepolisian segera mengusut tuntas dugaan korupsi ini. “Kalau benar fiktif, ini bukan sekadar penyalahgunaan wewenang, tapi perampokan uang rakyat dengan modus terstruktur. Harus ada penindakan tegas,” tegas seorang aktivis.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Aenganyar Helmi Malik membantah proyek tersebut fiktif. Ia berdalih pengerjaan belum dilakukan karena tidak ada tukang. “Bukan mau difiktifkan. Tukangnya belum ada, makanya belum dikerjakan,” kilahnya.(Asm)







Komentar