Begini Suasana Lapangan GOR Trunojoyo Sampang Pasca Ditiadakannya Car Free Day

- Redaksi

Minggu, 5 Januari 2025 - 09:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Keadaan Taman Pasca Ditiadakan car free day

SAMPANG|| ANGKAT BERITA – Suasana Lapangan Trunojoyo Sampang pada Minggu (05/01/2025) terpantau cukup lengang setelah pemerintah daerah memutuskan untuk meniadakan program Car Free Day (CFD) karena kendala anggaran.

Biasanya, kawasan ini ramai oleh aktivitas pedagang kaki lima (PKL), para pejalan kaki, ibu-ibu yang berolahraga, hingga komunitas senam. Namun kini, keramaian tersebut tampak berkurang drastis.

Salah satu PKL, HR (40), yang biasa berjualan makanan ringan di kawasan CFD, mengaku merasakan dampak signifikan dari kebijakan ini.

“Biasanya setiap CFD saya bisa dapat penghasilan dua kali lipat dibanding hari biasa. Tapi sekarang pembeli berkurang, banyak yang sudah nggak ke sini lagi. Saya jadi bingung bagaimana menutupi kebutuhan sehari-hari,” ungkap HR.

Baca Juga :  Proyek Beton Rp 3 Miliar di Jalan Labuhan - Bundah Disorot, Kadis & Kabid PUPR Sampang Kompak Bungkam

Hal senada juga disampaikan oleh AS (45), pedagang minuman yang sudah berjualan di kawasan ini selama satu tahun. Menurutnya, CFD adalah momentum penting bagi PKL untuk mendapatkan pemasukan lebih.

“Sejak CFD ditiadakan, pendapatan saya turun drastis. Harapan kami pemerintah bisa mencari solusi agar CFD kembali diadakan, meskipun mungkin tidak setiap minggu,” ujar AS.

Sementara itu, para warga yang biasa memanfaatkan CFD untuk olahraga dan aktivitas rekreasi juga merasa kehilangan. Siti Nurhasanah (34), seorang ibu rumah tangga yang rutin mengikuti senam di area tersebut, menyampaikan keprihatinannya.

Baca Juga :  Bupati Anwar Sadat Bersama Kadis PUPR Tinjau Jalan Rusak Parah di Tungkal Ilir

“Setiap Minggu pagi, saya dan teman-teman biasanya senam di sini. CFD itu seru karena kami bisa olahraga tanpa takut kendaraan lalu lalang. Sekarang rasanya kosong, tidak ada suasana ramai seperti dulu,” kata Siti.

Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang sebelumnya menjelaskan bahwa peniadaan CFD terpaksa dilakukan karena keterbatasan anggaran. Meski demikian, mereka menyatakan akan berupaya mencari alternatif Namun pastinya bulan Pebruari akan diberlakukan kembali.

 

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru