Anggaran Fantastis, Hasil Memalukan: Proyek Lapangan Sepak Bola di Sampang Disorot Publik

- Redaksi

Minggu, 5 Januari 2025 - 13:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Barisan independen Nusantara saat meninjau pekerjaan proyek lapangangan

SAMPANG|| ANGKAT BERITA -Proyek pembangunan lapangan sepak bola di Kelurahan Dalpenang, Kabupaten Sampang, dengan anggaran fantastis sebesar Rp2,5 miliar, telah menyelesaikan proses PHO (Provisional Hand Over).

Namun, berbagai kejanggalan di lapangan memunculkan dugaan kuat adanya permainan kotor antara Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) dengan CV Ika Cipta Mulya Mandiri, Jember,  pelaksana proyek yang dikelola oleh Hoirul Anam alias Sinyo.

Hasil proyek yang jauh dari standar menjadi sorotan tajam publik. Panel listrik hingga kini belum terpasang, rumput yang disebut didatangkan dari Malang banyak yang mati mengering, dan kualitasnya keras seperti rumput taman biasa.

Tanah dasar lapangan tidak melalui proses pemadatan yang layak, sementara drainase terlihat dipasang asal-asalan. Kedua ujung lapangan bahkan dibiarkan terbengkalai, menunjukkan buruknya manajemen proyek ini.

Sinyo, pelaksana proyek, memilih bungkam ketika dimintai tanggapan oleh media terkait kondisi ini. Sikap diam ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik tidak transparan dalam pelaksanaan proyek senilai miliaran rupiah tersebut.

Baca Juga :  Tanpa Koordinasi dengan Kelurahan, Proyek Pemerintah di Rong Tengah Dipertanyakan

Sekretaris Barisan Independen Nusantara (BIN), Muhammad Hari, dengan tegas mengkritik Disporabudpar atas buruknya pengelolaan proyek ini. Lebih lanjut, BIN mengumumkan akan mengirimkan surat resmi kepada Disporabudpar untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban terkait berbagai permasalahan di proyek tersebut.

“Kami akan segera menyurati Disporabudpar untuk meminta penjelasan resmi. Ada indikasi kuat bahwa proyek ini dibiarkan berjalan tanpa pengawasan yang memadai. Jika tidak ada jawaban memuaskan, kami akan membawa masalah ini ke ranah hukum,” tegas Muhammad Hari. Sabtu 5/01

Hari juga menyoroti dugaan adanya kolusi antara Disporabudpar dan pelaksana proyek.

“Anggaran Rp2,5 miliar adalah uang rakyat, tapi hasilnya seperti ini? Ini adalah pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat. Jika Disporabudpar tidak bisa memberi penjelasan yang masuk akal, maka dugaan kolusi dan korupsi semakin sulit dibantah,” lanjutnya dengan nada tajam.

Baca Juga :  Kecelakaan di Jalan Ring Road Gedangan Sidoarjo, Pengendara Motor Asal Madura Tertabrak Mobil Nissan

Sejumlah warga Kelurahan Dalpenang mengungkapkan kekecewaannya terhadap proyek ini. Salah seorang warga menyatakan bahwa lapangan sepak bola tersebut tidak layak digunakan bahkan untuk latihan.

“Kalau hasilnya seperti ini, lebih baik tidak usah dibangun. Uang miliaran habis begitu saja untuk proyek yang tidak jelas manfaatnya,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kasus ini menambah panjang daftar proyek bermasalah di Kabupaten Sampang, yang menunjukkan lemahnya pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan anggaran.

Publik kini menunggu langkah nyata dari pihak Disporabudpar untuk menjawab surat dari BIN dan memberikan solusi atas kegagalan proyek ini.

Jika tidak, masyarakat berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan ini.

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru