Proyek Pembangunan TPT Didesa Cikawung Diduga Tidak Sesuai RAB Dan Terindikasi Korupsi 

- Redaksi

Selasa, 14 Oktober 2025 - 05:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu, – angkatberita.id

Proyek Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) didesa Cikawung Blok Cijati kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan Terindikasi korupsi yang mengakibatkan hasil TPT yang tidak maksimal dan juga kerugian negara.Sabtu (13/09/2025)

 

Bidang Pembangunan Desa yaitu kegiatan Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) tersebut berlokasi didesa Cikawung blok Cijati kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu, dengan volume panjang 190 meter, lebar 0,3 meter dan tingginya 1,0 meter dengan anggaran sebesar Rp 84.798.000 yang didapat dari sumber dana desa (DD) Tahap 2 Tahun Anggaran 2025 dan sebagai pelaksana proyek yakni TPK (Tim Pengelola Kegiatan) Desa Cikawung.

Baca Juga :  Menyambut Perayaan Natal Satgas Yonif 521/DY Dirikan Pondok dan Pohon Natal di Muaranawa

Dari investigasi Tim LSM Penjara Indonesia di lapangan sesuai dengan Tupoksi nya sebagai kontrol sosial diduga ada korupsi dana desa tahap 2 tahun anggaran 2025

yakni proyek Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di desa Cikawung, Blok Cijati Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu.

Baca Juga :  Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SDN 2 Bugis Diduga Tidak Sesuai RAB Dan Terindikasi Korupsi   q

 

Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Waryono menjelaskan kepada awak media bahwa ,” Proyek Pembangunan Tembok Penahan Tanah atau TPT ini ada dugaan korupsi dan pekerjaannya tidak sesuai dengan RAB ,juga ada pihak-pihak yang terlibat yakni pemborong proyek dan timnya serta berdasarkan hasil temuan tim kami dilapangan ada kejanggalan, yaitu diduga

mengurangi volume rabat beton dan Pekerjaannya tidak sesuai dengan RAB,” Ujarnya.

 

(Thoha)

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru