
SAMPANG|| ANGKAT BERITA -Kekecewaan terhadap pelayanan di Puskesmas Camplong, Kabupaten Sampang, kembali mencuat di media sosial. Hal ini menyusul viralnya pemberitaan tentang penolakan pasien beberapa waktu lalu, yang kali ini mendapat sorotan dari warganet di platform TikTok, melalui akun Geraknusantara.id.
Mayoritas komentar yang muncul di kolom tanggapan menyoroti buruknya kualitas pelayanan di puskesmas tersebut. Banyak keluhan berasal dari warga Kecamatan Camplong yang merasa tidak puas dengan cara petugas menangani pasien, terutama soal administrasi dan pelayanan kesehatan. Warganet pun mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan di fasilitas kesehatan tersebut.
Salah satu komentar dari akun CAPLIN mengungkapkan kekesalan dengan kondisi tersebut, “Kalau sudah banyak keluhan, kok instansi terkait cuma duduk manis aja? Sebaiknya bersihkan semua petugas kesehatan di Puskesmas Camplong, termasuk kepala puskesmasnya.”
Komentar serupa juga datang dari akun Ashylamasfufah, yang mengaku mengalami kendala saat mencoba menggunakan layanan BPJS. “Saya aja bayar, katanya nggak ada layanan BPJS kalau lewat jam kerja,” tulisnya.
Tak hanya itu, akun haris_adinata menceritakan pengalaman serupa yang dialami oleh ponakannya. “Dua hari lalu ponakan saya juga ditolak dengan alasan kamar penuh. Tapi Alhamdulillah, saya rujuk ke RS Konah Sampang, diterima dengan baik meskipun kamarnya juga penuh. Tapi ya nggak apa-apa, duduk di ruang tunggu asal diterima,” tulisnya.
Kekecewaan warga semakin meningkat karena Puskesmas Camplong yang memiliki bangunan cukup besar, namun hanya memiliki dua kamar pasien. Sejumlah warganet merasa heran dengan kondisi tersebut, seperti yang diungkapkan oleh akun @lia015. “Hal yang sama juga terjadi pada bapak saya, minta rujukan ke RS Sampang ditolak dengan alasan yang sama, padahal saya orang Camplong,” curhatnya.
Komentar serupa juga datang dari akun BOS MUDA, yang menambahkan, “Yang saya heran lagi, di Puskesmas Camplong, bangunannya besar banget, tapi kamar pasien cuma dua, selebihnya untuk ruang staf. Haha.”
Sejumlah warganet yang lain juga berharap agar pihak berwenang segera melakukan penataan ulang, baik terkait fasilitas maupun kualitas pelayanan agar warga bisa mendapatkan perawatan yang layak. Keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai dan responsif menjadi harapan utama masyarakat di tengah keluhan yang terus mengemuka.








Komentar