Musim Honor Perangkat Desa Tak Dibayarkan “Kab.Sampang Jauh Dari transparansi”

- Redaksi

Minggu, 16 Maret 2025 - 15:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Musim Honor Perangkat Desa tak dibayarkan

SAMPANG|| ANGKAT BERITA – Tatanan pemerintahan desa di Kabupaten Sampang semakin menunjukkan ketidakteraturan, Sejumlah permasalahan mulai terungkap, mulai dari dugaan penyalahgunaan dana desa hingga masalah honor perangkat desa yang tidak dibayarkan tahun anggaran 2024.

Beberapa desa di wilayah Kabupaten Sampang, termasuk Desa Karang Penang Onjhur, mengalami masalah serius terkait administrasi keuangan dan pembayaran honor perangkat desa.

Salah satu perangkat desa yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa honor untuk perangkat desa di Desa Karang Penang Onjhur belum diterima hingga tahap keempat. “Iya mas, belum menerima untuk tahap ke-4, tahun 2024” ucapnya ketika media ini melakukan konfirmasi, Sabtu (15/03).

Baca Juga :  Nurul Asal Warga Surabaya Terlapor Pencemaran Nama Baik Kapok setelah Menjalani Proses Penyidikan Di Polres Sampang

PJ Kepala Desa (Kades) Onjhur, Khoirul, ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut, memberikan penjelasan yang terkesan enteng. Ia menyatakan bahwa ada keterlambatan dalam pengajuan honor perangkat desa untuk tahap ke-4.

“Kemarin ada keterlambatan pengajuan untuk tahap 4. Bisa diajukan lagi setelah APBDes selesai,” jawabnya enteng tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Namun, yang lebih mengecewakan adalah sikap Camat Karang Penang, Yasid Bustomi, yang bungkam dan tidak memberikan jawaban terkait persoalan ini, keengganan pihak camat untuk memberikan keterangan menambah kesan semrawut dalam sistem pemerintahan desa di Kabupaten Sampang.

Baca Juga :  Satgas Yonif 700/WYC Bagikan Sarana Olahraga dan Sepatu untuk Siswa SD Mayuberi

Peristiwa ini semakin memperburuk citra pemerintahan desa di Kabupaten Sampang, yang selama ini sudah dihadapkan dengan berbagai masalah administrasi dan pengelolaan dana desa.

Dengan adanya kejadian-kejadian ini, warga dan masyarakat Sampang menuntut agar aparat pemerintahan yang berwenang, baik DPMD, PJ Kades, maupun camat, lebih bertanggung jawab dan transparan dalam menjalankan tugasnya. Pemerintah harus memastikan bahwa dana desa digunakan dengan benar dan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat desa yang lebih baik.

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Berita Terbaru