
SAMPANG||ANGKA BERITA – Proyek Irigasi oleh kelompok HIPPA Air Barokah dengan anggaran sebesar Rp. 195.000.000 dari kementrian PUPR yang dilaksanakan di Desa Bancelok kini menjadi sorotan tajam setelah ditemukan dugaan penyalahgunaan dana yang melibatkan sejumlah pekerjaan yang tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. (29/12)
Team Garuda08, yang dikenal sebagai kelompok pengawas dan aktivis sosial, berencana untuk melayangkan surat somasi kepada Ketua HIPPA Air Barokah dan Balai Besar BBWS P3-TGAI Jawa timur terkait masalah ini.
Dugaan penyalahgunaan dana ini mencuat setelah ditemukan fakta bahwa material yang digunakan dalam proyek ini, seperti pasir dan batu, tidak sesuai dengan spesifikasi yang seharusnya. Bahkan, sejumlah titik pekerjaan yang terlihat dikerjakan ulang seolah hanya pembaruan dari pekerjaan lama. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa dana proyek telah diselewengkan.
Lebih mencurigakan lagi, berdasarkan pantauan media di lapangan, terlihat bahwa beberapa bagian proyek sudah menunjukkan keretakan, khususnya pada ujung dan tengah struktur, meskipun pekerjaan tersebut belum sepenuhnya selesai. Keretakan yang muncul di tahap awal ini menjadi tanda tanya besar mengenai kualitas pengerjaannya dan semakin memperkuat dugaan bahwa proyek ini tidak dikerjakan sesuai dengan prosedur dan standar yang berlaku.
Penjelasan yang diberikan oleh pekerja di lokasi proyek semakin memperburuk situasi. Mereka mengungkapkan bahwa campuran semen dan pasir yang digunakan dalam pekerjaan ini memiliki perbandingan 1:8, jauh dari standar yang seharusnya. Campuran yang tidak sesuai ini diduga menjadi salah satu penyebab utama keretakan yang terjadi, serta mencerminkan rendahnya perhatian terhadap kualitas dan kelayakan material yang digunakan dalam proyek.
Sebagai respons terhadap temuan ini, Team Garuda08 mendesak pengawasan teknis yang lebih ketat untuk memastikan bahwa kualitas pekerjaan tetap terjaga dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pekerjaan yang jelas-jelas tidak memenuhi spesifikasi harus segera diperbaiki sebelum Provisional Hand Over (PHO) dilakukan. Jika tidak, potensi penyalahgunaan anggaran dapat semakin meluas.
Team Garuda08 berencana untuk menyurati Ketua HIPPA Air Barokah serta Balai Besar BBWS P3-TGAI, mengingatkan kedua pihak tentang pentingnya pengawasan yang ketat dan transparansi dalam proyek ini, mengingat dugaan penyalahgunaan dana dan kualitas pekerjaan yang meragukan.
“Kami mendesak agar pihak-pihak terkait segera melakukan klarifikasi dan mengambil tindakan tegas. Jika penyimpangan ini tidak segera diusut tuntas, sangat mungkin masyarakat Desa Bancelok yang seharusnya mendapatkan manfaat dari proyek ini justru menjadi korban dari praktik-praktik yang tidak bertanggung jawab,” ujar Maz Ulul Team Garuda08.
Dengan langkah tegas ini, Team Garuda08 berharap agar keadilan dapat ditegakkan dan dana yang telah digunakan dalam proyek ini bisa dipertanggungjawabkan dengan transparansi dan akuntabilitas yang sesuai.
Sementara ketua HIPPA Air Barokah Muhammad Muhlis, ketika dikonfirmasi mengatakan tidak tahu, dan mengarahkan kepada Yanto Kades PAW Desa Bancelok.







Komentar