
SUMENEP||https://Angkatberita.id – Penemuan narkoba di perairan Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, pada 28 Mei 2025 lalu, masih menyisakan tanda tanya besar di ruang publik. Benarkah Polisi dan Badan Narkotika Nasional (BNN) “mandul” disana?, hingga masyarakat lebih memilih Koramil.
Sebanyak 35 kilogram narkoba jenis sabu-sabu ditemukan oleh masyarakat disana yang berprofesi sebagai nelayan, di laut lepas Masalembu. Fakta itu menunjukkan alarm berbahaya, hingga rentannya jalur laut Masalembu yang dijadikan lintasan barang haram itu.
Ruspandi, pengamat sosial dan pemerhati masalah kepulauan, menyoroti tajam bagaimana masyarakat yang menemukan drum berisi narkoba jenis sabu-sabu itu justru memilih melapor ke Markas Koramil, bukan ke Polsek Masalembu atau BNN.
Menurutnya, keputusan masyarakat memberikan sinyal dan membuka fakta di lapangan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi Polri dan BNN di wilayah tersebut diduga sudah mulai terkikis.
“Kalau nelayan lebih memilih menyerahkan barang bukti ke Koramil, artinya mereka sudah tidak yakin Polsek akan menindak secara transparan,” ujarnya, Rabu (26/7/2025).
Argumen itu diperkuat dengan adanya penyerahan sabu secara diam-diam di depan Markas Koramil oleh masyarakat Masalembu, yang membungkus barang bukti hingga 10 kilogram ke dalam karung.
Langkah atau keputusan yang di ambil masyarakat Kepulauan bukan hal yang kebetulan, melainkan tamparan keras bagi institusi Polri disana.
“Integritas dan akuntabilitas kinerja kepolisian di kepulauan terpencil itu perlu dibuktikan dengan tindakan nyata, apalagi lokasi penemuan sabu berada tak jauh dari kantor Polsek,” ucapnya.
Ironisnya, tidak ada tanda-tanda tindakan tegas untuk mengusut siapa pemilik barang haram tersebut.
Ruspandi menilai, acara seremoni bertema anti narkoba yang melibatkan banyak stakeholder di Pulau Masalembu hanya jadi ‘oplosan pencitraan’.
“Kalau ujung-ujungnya hanya seremonial, publik makin tak percaya. Penindakan di lapangan lah yang dibutuhkan. Jangan biarkan Masalembu jadi jalur empuk peredaran sabu,” tegasnya.
Kini, yang ditunggu masyarakat Masalembu bukan sekadar janji, tetapi kerja nyata Polri membongkar jaringan di balik 35 kilogram sabu yang nyaris lolos di laut Masalembu, demi memulihkan kepercayaan publik yang semakin tipis.(Asm)







Komentar