SAMPANG (ANGKATBERITA) Proses penonaktifan sementara Kepala Puskesmas Robatal, dr. Benny Irawan, masih belum menghasilkan keputusan final, BKPSDM Kabupaten Sampang menyebut proses tersebut masih berjalan di lingkungan Dinas Kesehatan, sementara Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, serta Sekretaris Daerah Sampang, A. Faisol Ansori, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi wartawan hingga berita ini diterbitkan.
Kepala BKPSDM Sampang, Arief Lukman Hidayat, mengatakan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Inspektorat telah dilakukan, namun, proses penonaktifan sementara terhadap pejabat yang bersangkutan masih berlangsung.
“Sudah dilaksanakan kordinasi dengan dinkes dan inspektorat, terkait penonaktifan ybs masih berproses,” kata Arief Kamis (22/10/2026).
Arief menjelaskan, proses penjatuhan hukuman disiplin dari sisi kepegawaian masih berada pada atasan langsung Kepala Puskesmas Robatal, yakni Dinas Kesehatan.
“Terkait hukuman disiplin dari sisi kepegawaian masih proses di atasan langsung yang bersangkutan yaitu dinkes,” ujarnya.
Keterangan tersebut menegaskan bahwa Dinas Kesehatan memiliki peran penting dalam proses penanganan disiplin kepegawaian terhadap Kepala Puskesmas Robatal, karena itu, penjelasan mengenai perkembangan pemeriksaan, pertimbangan penonaktifan sementara, dan kepastian tindak lanjut masih dinantikan.
Polemik ini viral setelah peristiwa pada 8 Oktober 2026 yang melibatkan Benny Irawan dan seorang tenaga kesehatan berinisial AI menjadi sorotan publik, berdasarkan informasi yang dihimpun, suami AI berinisial F datang bersama unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Benny dan AI disebut berada di dalam satu ruangan sebelum keluar setelah kedatangan rombongan tersebut.
Pihak-pihak terkait kemudian dibawa ke Polres Sampang untuk penanganan lebih lanjut, peristiwa tersebut memicu sorotan terhadap Kepala Puskesmas Robatal dan desakan agar dilakukan penonaktifan sementara selama proses pemeriksaan.
Wartawan telah meminta konfirmasi kepada Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, mengenai perkembangan pemeriksaan, pertimbangan penonaktifan sementara, serta kepastian langkah yang akan diambil, namun, hingga berita ini diterbitkan, jawaban belum diterima.
Konfirmasi juga diajukan kepada Sekda Sampang, A. Faisol Ansori, mengenai sikap pemerintah daerah dan tindak lanjut atas polemik tersebut, hingga batas penerbitan berita, Sekda juga belum memberikan tanggapan.
Belum adanya keputusan penonaktifan sementara membuat penanganan polemik Kepala Puskesmas Robatal masih menunggu kejelasan, masyarakat kini menantikan penjelasan dari Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah mengenai perkembangan pemeriksaan serta langkah administratif yang akan ditempuh.

Komentar