Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Jawa Timur turun langsung ke lokasi untuk menjembatani aspirasi warga sekitar dengan pihak pengembang proyek.
LSM LIRA Jatim Dorong Iklim Investasi Aman dan Kondusif
Wakil Gubernur LIRA Jawa Timur, Ayik Suhaya, S.H., hadir bersama rombongan untuk mendengarkan langsung keluhan warga sekaligus memastikan proyek strategis ini berjalan tanpa intimidasi maupun potensi konflik berkepanjangan.
Dalam keterangannya, Ayik menegaskan bahwa masuknya investor baru ke wilayah Pasuruan harus disambut secara positif oleh seluruh lapisan masyarakat. Proyek pembangunan ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka lapangan kerja luas.
“Kehadiran perusahaan-perusahaan baru di Kabupaten Pasuruan mestinya menjadi kebanggaan bersama. Jangan malah menciptakan ketakutan. Tugas kita adalah mengawal investasi ini agar dampaknya terasa nyata untuk peningkatan PAD dan penyerapan tenaga kerja lokal,” tegas Ayik Suhaya di lokasi proyek kawasan PIER.
Kekuatiran warga bersenjata oleh Brimob
Sudah dijelaskan oleh humas minta tolong kepada APH ke Polisian untuk pengaman pembangunan suetr kawasan pier dan itu sesuai SOP dan prosedur karena pihak dari investor dugaan terkait pembunuhan
Di sisi lain, perwakilan warga dan petugas keamanan lokal mengungkapkan keresahan mereka terkait pola pengamanan di sekitar lokasi proyek. Kehadiran aparat penegak hukum yang berpatroli dengan senjata api dinilai memicu kecemasan di kalangan pekerja harian dan masyarakat sekitar.

“Menurut wagub lita Jatim Ayik S.H. bawasnya tugas keaman tertib itu tanggung jawab bersama ,bersama tanggung jawab kepolisian ,tanggung jawab masyarakat Pier dari warga sekitar sanggup menjaga keamanan wilayah ini tanpa perlu senjata. Kami berharap aparat yang diperbantukan tidak membawa senjata api, terlebih jenis laras panjang, karena hal itu justru membuat para pekerja merasa intimidated dan takut,” ungkap salah seorang penjaga malam lokasi proyek.
Pihak pengusaha tegaskan komitmen penyerapkan tenaga lokal
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Rama, selaku Humas Proyek Selter PIER, menjelaskan alasan di balik pelibatan aparat penegak hukum. Menurutnya, langkah antisipasi diambil manajemen untuk menjamin keamanan investor serta mengantisipasi potensi tindak premanisme di area pembangunan.
“Pelibatan aparat keamanan semata-mata bentuk pencegahan demi menjamin keselamatan investasi dan kelancaran pembangunan. Ini bagian dari langkah sedia payung sebelum hujan agar situasi tetap terkendali,” ujar Rama.
Lebih jauh, Rama menekankan manfaat jangka panjang dari keberadaan proyek Selter ini bagi perekonomian masyarakat Pasuruan:
Peluang Kerja Luas: Proyek ini diproyeksikan bakal menyerap ribuan tenaga kerja setelah beroperasi penuh.
Prioritas Warga Lokal: Manajemen berkomitmen mengalokasikan hingga 60 persen posisi pekerjaan untuk masyarakat lokal, sementara 40 persen sisanya diisi oleh pihak manajemen internal.
Kualifikasi dan Kompetensi: Penyerapan tenaga kerja tetap akan disesuaikan dengan standar keahlian dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
Dengan tercapainya kesepahaman dalam mediasi ini, proses pembangunan Selter di kawasan industri PIER diharapkan dapat berlanjut secara kondusif, aman, dan membawa dampak ekonomi positif bagi warga Kabupaten Pasuruan.
Proyek Selter PIER Pasuruan, Investasi Kabupaten Pasuruan, LIRA Jatim Ayik Suhaya, Konflik Proyek PIER Rembang, Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Pasuruan, PAD Kabupaten Pasuruan.(Red)

Komentar