Webinar Yayasan Geutanyoe Bersama Haji Uma dan Kepala BP3MI Aceh Soroti Bahaya Perdagangan Orang

- Redaksi

Rabu, 30 Juli 2025 - 18:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh ll angkatberita.id – Dalam rangka memperingati World Day Against Trafficking in Persons atau Hari Dunia Melawan Perdagangan Orang, Yayasan Geutanyoe menyelenggarakan webinar interaktif pada Rabu, 30 Juli 2025, didukung oleh Global Initiative Resilience Fund dan bekerjasama dengan BP3MI Aceh.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran publik, serta memperkuat perlindungan terhadap korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), khususnya di wilayah Aceh.

Webinar yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini disiarkan langsung dari Ruang Tengah Geutanyoe di Kantor Yayasan Geutanyoe, Banda Aceh.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu:

H. Sudirman Haji Uma, S.Sos, Anggota DPD RI asal Aceh, yang berbagi pengalaman dalam mendampingi dan memfasilitasi pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) korban TPPO.

Dalam paparannya, ia menyampaikan pesan bermakna dalam bahasa Aceh:

“Tajak ube leut tapak, taduk ube leut punggung, tajak beulaku linggang, ta pinggang beulaku ija” yang berarti:

Baca Juga :  Sidang Paripurna DPRD Tanimbar, Bahas APBD 2026

“Berjalan secukupnya sesuai kemampuan, duduk tidak berlebihan, berjalan dengan tegap, dan menjaga martabat.” Pesan ini menjadi pengingat untuk hidup sederhana dan bermartabat.

Siti Rolijah, S.H., M.Hum, Kepala BP3MI Aceh, menekankan pentingnya prosedur legal bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri.

Ia mengingatkan bahwa jalur ilegal sangat rentan terhadap eksploitasi dan perdagangan orang, yang pada akhirnya dapat menjadi malapetaka bagi diri sendiri dan keluarga. Pemerintah akan selalu hadir untuk memberikan dukungan kepada seluruh masyarakat khususnya bagi yang ingin menjadi perkerja migran luar negeri, pungkasnya.

Direktur Yayasan Geutanyoe, Al-Fadhil, dalam sambutannya menegaskan bahwa perdagangan orang masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak.

“Sesi dialog interaktif ini merupakan upaya untuk membangun kesadaran kolektif, peningkatan pengetahuan dan mendorong aksi nyata dalam melindungi korban, mencegah kejahatan perdagangan orang, serta memperkuat jejaring kerja sama lintas sektor,” ujarnya.

Kemudian beliau menambahkan Kegiatan ini merupakan edisi perdana dan akan dianjutkan dengan sesi-sesi dialog interkatif selanjutnya yang lebih menarik dengan menghadirkan para narasumber dan praktisi yang berkompeten dalam pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (trafficking in persons).

Baca Juga :  Tolak Survei Seismik 3D, Ratusan Warga Kangean Geruduk Kantor Kecamatan

Diskusi dimoderatori oleh Linawati, S.Pd, dan membahas berbagai isu penting, mulai dari modus operandi TPPO, tantangan dalam penegakan hukum, hingga strategi pemberdayaan korban. Webinar ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, termasuk perwakilan lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, pemuda, mahasiswa, dan pelajar.

Semoga sesi dialog ini menjadi pencerahan bagi generasi muda untuk lebih mewaspadai potensi bahaya trafficking dan meningkatkan kualitas diri guna menghadapi dunia kerja yang kompetitif, pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan seruan bersama untuk memperkuat koordinasi antarlembaga, mengedepankan pendekatan berbasis korban (victim-centered approach), serta meningkatkan edukasi publik agar masyarakat mampu mengenali dan mencegah potensi perdagangan orang di lingkungan masing-masing.

(AB/Haris Nduru)

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru