Viral! Sapi Meugang Rp7,5 M di Aceh Timur Disorot, AWPI Desak Aparat Usut Dugaan Mark Up

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Aceh Timur / angkatberita.id – Polemik bantuan sapi meugang yang disebut bersumber dari dana bantuan Presiden senilai Rp7,5 miliar di Kabupaten Aceh Timur kini menjadi sorotan publik.

Persoalan ini semakin ramai diperbincangkan setelah sejumlah video pembagian daging meugang kepada masyarakat beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut terlihat warga hanya menerima daging dalam jumlah sangat sedikit, sehingga memicu pertanyaan terkait transparansi pengadaan bantuan tersebut.

Ketua DPC Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Aceh Timur, Nana Thama, ikut menyoroti persoalan tersebut dan mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan menyelidiki dugaan kejanggalan dalam proses pengadaan sapi meugang.

Pernyataan itu disampaikan Nana Thama kepada wartawan pada Jumat (6/3/2026).

Menurut Nana Thama, berdasarkan informasi yang beredar, sebanyak 398 ekor sapi disebut didistribusikan untuk masyarakat Aceh Timur. Namun, kondisi sapi yang dibeli dari pihak vendor dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran yang digunakan.

“Kalau kita lihat langsung, kondisi sebagian sapi yang dibeli sangat tidak sesuai dengan harga yang disebutkan. Ada yang kurus bahkan masih anakan,” kata Nana Thama.

Ia mencontohkan kasus di Desa Kampung Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk, di mana video yang beredar di media sosial menunjukkan dua ekor sapi kurus dijual dengan harga sekitar Rp12 juta.

Baca Juga :  Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan

“Artinya jika dihitung, satu ekor sapi hanya sekitar Rp6 juta,” ujarnya.

Ironisnya, lanjut Nana Thama, hasil penjualan daging dari sapi tersebut yang dibagikan kepada warga hanya sekitar Rp23 ribu per orang jika dihitung dari pembagian yang dilakukan di desa tersebut.

Kondisi serupa juga disebut terjadi di Desa Kampung Jawa, di mana dua ekor sapi harus dibagikan kepada sekitar 1.300 kepala keluarga (KK). Akibatnya, jumlah daging yang diterima masyarakat sangat minim.

Situasi tersebut memicu kekecewaan warga kepada pemerintah desa karena dinilai tidak mampu menyediakan daging meugang sebagaimana tradisi yang biasa dilakukan masyarakat Aceh menjelang bulan Ramadan.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat warga hanya mendapatkan sekitar 2 hingga 3 ons daging per orang, kondisi yang memicu kekecewaan dan pertanyaan di tengah masyarakat.

Besarnya nilai anggaran yang disebut mencapai Rp7,5 miliar membuat publik mulai mempertanyakan transparansi penggunaan dana bantuan sapi meugang tersebut.

Nana Thama menduga adanya praktik yang tidak wajar dalam pengadaan sapi tersebut dan meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara terbuka.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Berhalangan Hadir di HPN 2026, Muhaimin Iskandar Sampaikan Pesan Khusus untuk Insan Pers

“Dengan anggaran sebesar itu, seharusnya masyarakat bisa menikmati daging meugang secara layak. Tapi yang terjadi justru warga hanya dapat sedikit sekali. Ini harus diusut,” tegasnya.

Ia juga meminta aparat penegak hukum tidak menutup mata terhadap persoalan ini dan segera memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan serta distribusi sapi meugang tersebut.

“Jika memang ada dugaan penyimpangan, harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar Nana Thama.

Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Aceh Timur, Murdhani, S.STP, M.Si, memberikan tanggapan singkat saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp.

Dalam keterangannya, Murdhani menyebut jumlah sapi yang disalurkan mencapai 398 ekor.

“Ada bang. Jumlah 398 ekor bang, bagi saja ya bang sama Rp7,5 miliar,” tulisnya melalui pesan singkat.

Jika dihitung berdasarkan angka tersebut, maka rata-rata harga satu ekor sapi diperkirakan mencapai sekitar Rp18,4 juta.

Selain itu, Murdhani juga mengirimkan beberapa tautan berita media online yang memuat klarifikasi dari pihak dinas terkait polemik bantuan sapi meugang tersebut.

Follow WhatsApp Channel www.angkatberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru