Telenovela: Proyek Lapangan Sepakbola di Sampang Sudah PHO, Pekerjaan Masih Berlanjut

- Redaksi

Selasa, 7 Januari 2025 - 15:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: terlihat pekerja PLN saat memasang peralatan listrik

SAMPANG|| ANGKAT BERITA -Proyek pembangunan lapangan sepakbola di Kelurahan Dalpenang semakin memanas, seperti film telenovela yang penuh intrik, pernyataan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang, Marnilem, justru memperkeruh situasi.

Ia sebelumnya menyatakan bahwa proyek tersebut telah selesai dan melalui Provisional Hand Over (PHO). Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.

Pada Senin, 6 Januari 2025, sejumlah pekerja dari PLN masih terlihat melakukan pemasangan instalasi di lokasi proyek yang disebut telah rampung. Ketika dimintai keterangan terkait aktivitas pekerja tersebut, Marnilem bungkam dan enggan memberikan penjelasan kepada media.

Baca Juga :  RS Anna Medika Tegaskan Tidak Ada Penolakan Pasien, Manajemen Akui Terjadi Miskomunikasi

Ketua DPD Barisan Independen Nusantara (BIN) Kabupaten Sampang, Arifin, mempertanyakan kejanggalan ini. “Proyek sudah di PHO tapi masih dikerjakan? Siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas hal ini? Apakah Kadisporabudpar sebagai pihak yang bertanggung jawab atau justru kontraktor pelaksana?” ujar Arifin dengan nada tegas. Selasa (07/01/25)

Lebih lanjut, Arifin menyinggung aturan yang berlaku dalam proyek pemerintah. “Jika memang belum di PHO, bagaimana prosedurnya? Apakah proyek ini dikenakan denda harian atau ada aturan lain yang dilanggar?” tanyanya.

Baca Juga :  AKP Beny Kuncoro: Maknai Kartini Lewat Aksi Nyata, Polantas Sumenep Bagi Sembako dan Edukasi Lantas

Sikap bungkam Marnilem semakin memicu kecurigaan, Barisan Independen Nusantara menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga ditemukan aktor utama di balik dugaan pelanggaran tersebut. “Kami akan memastikan semua pihak bertanggung jawab atas permainan kotor yang mencoreng kepercayaan publik ini,” tegas Arifin.

Kasus ini menjadi bukti nyata perlunya transparansi dan pengawasan ketat dalam setiap proyek pemerintah. Publik menunggu jawaban dan langkah tegas dari pihak-pihak terkait agar masalah ini tidak berlarut-larut.

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Berita Terbaru