Breaking News

SELINGKUH ITU NIKMAT: Lebih Memabukkan dari Sebotol Miras

Robin - Penulis
3 menit baca•1,073 tayangan•Tanah Merah, Bangkalan.

Opini

Bangkalan//Angkatberita id

Setidaknya, begitulah barangkali anggapan mereka yang menjadikan perselingkuhan sebagai bagian dari petualangan hidupnya. Sebuah kenikmatan yang mungkin lebih menggoda daripada secangkir kopi bagi mereka yang tidak gemar ngopi. Bahkan, mungkin terasa lebih indah daripada sebuah lukisan bagi mereka yang tidak memahami seni.

Namun, pertanyaannya, apakah sesuatu yang terasa nikmat harus selalu dibenarkan?

Ada banyak alasan yang kerap dijadikan pembenaran oleh mereka yang terjerumus dalam dunia perselingkuhan. Pasangan dianggap kurang romantis, kurang perhatian, kurang memberikan nafkah, kurang belanja, bahkan persoalan kepuasan di ranjang sering kali dijadikan alasan. Berbagai dalih tersebut seolah menjadi senjata ampuh untuk membangun alibi di hadapan pasangan sahnya.

Padahal, ketidakpuasan dalam rumah tangga semestinya diselesaikan melalui komunikasi dan tanggung jawab, bukan dengan menghadirkan orang ketiga.

Dari informasi yang dihimpun penulis, terdapat dugaan hubungan terlarang yang melibatkan dua orang dewasa di wilayah Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan. Sebut saja perempuan itu sebagai Bunga dan laki-laki tersebut sebagai Kumbang. Keduanya berasal dari lingkungan desa yang tidak berjauhan.

Menurut informasi yang beredar, keduanya memiliki penampilan menarik dan sama-sama telah membangun rumah tangga serta memiliki keluarga.

Kisah mereka konon bermula dari perkenalan melalui media sosial. Komunikasi yang awalnya sebatas pertemanan kemudian diduga berkembang menjadi hubungan yang lebih jauh, hingga keduanya dikabarkan pernah bertemu di sebuah hotel di Surabaya.

Jika informasi tersebut benar, maka hubungan ini bukan lagi sekadar persoalan pertemanan di dunia maya. Ada batas kesetiaan yang patut dipertanyakan.

Ironisnya, dalam cerita yang berkembang, hubungan semacam ini bukanlah sesuatu yang benar-benar baru bagi keduanya. Ada pula informasi mengenai dugaan hubungan sebelumnya yang menimbulkan perbincangan di lingkungan masyarakat. Meski demikian, setiap informasi tersebut tetap membutuhkan verifikasi agar tidak berubah menjadi tuduhan sepihak.

Bunga dan Kumbang seolah menemukan kesamaan dalam sebuah ruang yang mereka anggap menyenangkan. Keduanya mungkin merasa mendapatkan sesuatu yang tidak mereka temukan dalam kehidupan rumah tangga masing-masing.

Namun, ada satu hal yang tampaknya luput dari perhitungan: di balik hubungan yang mereka nikmati, terdapat pasangan sah, anak-anak, dan keluarga yang bisa menjadi korban dari keputusan yang mereka ambil.

Perselingkuhan memang mungkin memberikan sensasi kebahagiaan sesaat. Ada rasa penasaran, perhatian baru, komunikasi tersembunyi, hingga pertemuan yang sengaja dirahasiakan. Tetapi, apakah semua itu sebanding dengan kepercayaan yang dikhianati?

Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya status suami atau istri, melainkan juga harga diri, masa depan anak-anak, keharmonisan keluarga, dan kepercayaan yang mungkin tidak akan pernah pulih seperti semula.

Ironisnya, sebagian orang justru merasa aman selama rahasianya belum terbongkar. Mereka seolah hidup dalam dua dunia: satu dunia yang terlihat baik di hadapan keluarga, dan satu dunia lain yang disembunyikan di balik layar komunikasi pribadi.

Sampai kapan permainan seperti ini akan berlangsung?

Apakah Bunga dan Kumbang akan terus menikmati hubungan yang mereka anggap sebagai surga kecil? Ataukah suatu saat keduanya harus berhadapan dengan kenyataan ketika rahasia yang selama ini dijaga akhirnya terbuka?

Sebab, tidak semua yang terasa nikmat berakhir indah. Ada kebahagiaan yang dibangun di atas pengkhianatan, dan ada kesenangan yang pada akhirnya menyisakan luka bagi orang-orang yang tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Pada akhirnya, perselingkuhan bukan soal siapa yang paling pandai menyembunyikan rahasia, melainkan soal seberapa besar seseorang berani bertanggung jawab atas kepercayaan yang telah dikhianatinya.

Bersambung…!!!

Catatan Redaksi: 

Tulisan ini merupakan opini dan refleksi sosial mengenai fenomena perselingkuhan. Penyebutan nama Bunga dan Kumbang merupakan nama samaran. Informasi mengenai individu tertentu tidak dimaksudkan sebagai penetapan kesalahan dan tetap memerlukan verifiksi serta hak jawab dari pihak terkait.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer