
Sumenep|| ANGKAT BERITA – Proyek pembangunan pengendali banjir yang terletak di belakang Rumah Sakit Swasta Baghraf Health Center (BHC) milik PT Baghraf Medical Utama, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, diduga kuat lalai dalam pelestarian lingkungan. Kelalaian tersebut berdampak pada kerusakan lingkungan sekitar dan menimbulkan keresahan warga.
Proyek bernilai jumbo ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total anggaran mencapai Rp26,8 miliar. Rinciannya, Rp6,8 miliar pada tahun 2023 dan Rp19 miliar lebih pada tahun 2024. Proyek ini dilaksanakan oleh dua rekanan, yakni CV Cendana Indah dan PT Diantosa Jaya Mandiri berdasarkan kontrak tertanggal 19 Maret 2024.
Berdasarkan penelusuran tim media, pengerjaan proyek tidak menunjukkan perhatian memadai terhadap dampak lingkungan. Warga sekitar lokasi proyek mulai merasakan gangguan signifikan. Keluhan masyarakat pun ramai diperbincangkan di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi III DPRD Sumenep, Ahmadi Yazid, menyatakan keprihatinan mendalam. “Kami menerima informasi keluhan masyarakat terkait proyek pengendali banjir di belakang RS BHC. Jika benar terjadi kerusakan dan membahayakan warga, ini harus ditindaklanjuti secara serius,” ujar mantan jurnalis Radar Madura itu pada Selasa (30/4/2025).
Ia membenarkan bahwa proyek tersebut bersumber dari APBN 2023–2024. Namun, ia menyoroti perlunya dinas terkait memiliki data dan kontrol penuh terhadap pelaksanaan proyek. “Kami perlu cek sejauh mana Dinas PUTR memiliki akses dan pengawasan terhadap proyek ini,” tambahnya.
Ahmadi juga mendorong masyarakat dan pihak yang dirugikan untuk membuat laporan resmi kepada Komisi III DPRD. “Agar kami bisa segera menindaklanjuti dan mencari solusi. Jika proyek masih dalam masa pemeliharaan, maka kontraktor harus bertanggung jawab penuh,” tegasnya.
Kelalaian dalam pelestarian proyek pembangunan dengan dana negara menjadi tamparan keras bagi tata kelola infrastruktur di Sumenep. Jika dibiarkan, bukan hanya lingkungan yang rusak, tetapi juga kepercayaan publik terhadap proyek pemerintah.







Komentar