
Sampang (ANGKAT BERITA) “Coba carikan info tentang pelaku pemerkosaan keberadaannya,” begitulah kalimat yang selalu diucapkan oleh Humas Polres Sampang saat ditanya tentang perkembangan kasus dugaan penculikan dan pemerkosaan yang menimpa Bunga (bukan nama sebenarnya), seorang remaja 14 tahun asal Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. Pernyataan tersebut terus diulang, seakan menjadi jawaban standar yang menandakan belum adanya titik terang dalam pengusutan kasus ini. Sabtu (23/11)
Diberitakan sebelumnya, Peristiwa memilukan ini terjadi 25/10 silam saat Bunga mau berangkat mengaji dia diculik 2 orang remaja Inisial MZ Dan L Asal Desa Tlambah Kecamatan Karangpenang, lalu disekap, hingga mengalami kekerasan seksual dirumah MZ sebelum akhirnya dibuang begitu saja di wilayah Pamekasan.
Kisah yang menyayat hati ini sudah dilaporkan dengan nomor LP/B/213/X/2024/SPKT/POLRES SAMPANG/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 26 Oktober 2024
Kasus ini telah menyedot perhatian masyarakat karena selain melibatkan korban di bawah umur, kejadian ini juga menyisakan trauma mendalam bagi keluarga korban. Ironisnya, meskipun laporan telah dibuat sejak beberapa waktu lalu, pihak kepolisian terlihat lamban dalam mengungkap keberadaan pelaku dan memastikan keadilan bagi korban. Keluarga korban terus mendesak agar aparat penegak hukum lebih serius dan profesional dalam menangani kasus ini, sementara masyarakat Omben,Para Aktivis Dan tokoh Agama Setempat, mulai mempertanyakan sejauh mana komitmen kepolisian dalam melindungi warganya.
Dengan semakin lamanya kasus ini tanpa kejelasan, tekanan publik pun terus meningkat, menuntut keadilan dan perlakuan yang lebih tegas terhadap pelaku kejahatan yang hingga kini masih bebas berkeliaran.
;;;;;;;







Komentar