
Sampang ( ANGKAT BERITA) — Sejumlah guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta Taman Kanak-Kanak (TK) di Kabupaten Sampang mengungkapkan keluhan terkait keterlambatan pencairan insentif yang seharusnya mereka terima.
Salah seorang guru yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan bahwa keterlambatan ini berdampak signifikan terhadap kesejahteraan mereka, mengingat insentif tersebut sudah menjadi bagian dari hak yang mereka nantikan.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Bidang PAUD Dan PNFI , Raden Roro Dewi Trisna, S.Pd, M.Pd, menegaskan bahwa insentif untuk guru yang memenuhi syarat sudah dicairkan.
“Semua yang memenuhi syarat sudah dicairkan, yang merasa sudah memenuhi syarat dan masuk dalam kuota, jika memang belum cair, silakan ke dinas. Karena bisa jadi nomor rekening yang terdaftar berbeda,” jelasnya. Juma’at (27/12)
Namun, ketika ditanya apakah sebelumnya ada pemberitahuan kepada para guru terkait kendala ini, Dewi menyatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan informasi tersebut melalui koordinator bidang (Korbid) dan komunitas belajar.
Pernyataan ini justru menambah polemik, karena banyak guru mengaku tidak mendapatkan informasi yang jelas terkait masalah ini.
“Kami tidak pernah tahu soal nomor rekening yang bermasalah atau kendala lain. Kalau memang ada, seharusnya disampaikan langsung kepada kami agar bisa segera ditindaklanjuti,” ungkap salah seorang guru yang merasa insentifnya belum cair.
Keterlambatan pencairan insentif ini bukan hanya menunjukkan kurangnya koordinasi internal, tetapi juga menggambarkan ketidakmampuan Dinas Pendidikan dalam menjaga komitmen dan memenuhi kewajiban yang sudah ditetapkan. Padahal, insentif bagi guru adalah salah satu cara untuk menghargai dedikasi mereka yang terus mengabdi dalam mengembangkan pendidikan anak-anak di Kabupaten Sampang.
Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang diharapkan segera memberikan solusi nyata, bukan sekadar pernyataan normatif.
Para guru PAUD dan TK menunggu tindakan tegas untuk memastikan insentif mereka diterima tanpa hambatan. Jangan biarkan masalah ini terus berlarut-larut, merusak semangat dan kepercayaan para pendidik terhadap sistem pendidikan yang seharusnya mendukung mereka.;;;







Komentar