Breaking News

Kinerja Dinas Pendidikan Sampang Dipertanyakan “Dugaan Penggelembungan Siswa dan Absensi Kepala Sekolah SDN Pajeruan 4”

Kinerja Dinas Pendidikan Sampang Dipertanyakan "Dugaan Penggelembungan Siswa dan Absensi Kepala Sekolah SDN Pajeruan 4"

Angkat Berita - Redaksi
2 menit baca•4 tayangan

Sampang||angkatberita.id— Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Teguh, selaku penelaah teknis kebijakan GTK  memilih bungkam saat dimintai keterangan oleh wartawan terkait dugaan penggelembungan jumlah siswa dan ketidakhadiran rutin Kepala Sekolah SDN Pajeruan 4 semenjak dilantik menjadi PJ kades Komis, Kec Kedungdung.

Sejumlah wartawan yang mencoba mengkonfirmasi kabar tersebut tidak mendapatkan jawaban pasti dari pihak dinas pendidikan Kabupaten sampang, meskipun berkali kali ditelpon maupun melalui pesan watsapp.

Dugaan penggelembungan jumlah siswa di SDN Pajeruan 4 mencuat setelah sejumlah warga bersama lembaga KPK Nusantara mengindikasikan adanya ketidaksesuaian data jumlah siswa yang dilaporkan dengan kondisi riil di lapangan.

“Saya sudah beberapa kali mendatangi SDN Pajeruan 4 pada saat jam kerja, namun 2 kali kepala sekolah tidak ditempat, dengan berbagai alasan, yang saya herankan juga dalam proses pembelajaran di sana memakai sistem ngumpul, istilahnya kelas 2 sd kelas 6 dijadikan satu ruangan bagaimana bisa konsentrasi, dan seperti apa sistem belajar mengajarnya” ucap Muhlis ketua KPK Nusantara keheranan

Lanjut Muhlis dengan adanya dugaan Penggelembungan siswa jika itu terjadi, akan membuat alokasi dana BOS tidak sesuai dengan jumlah siswa yang sebenarnya, sehingga dana yang diterima sekolah bisa lebih banyak dari yang dibutuhkan  kami berharap pihak dinas pendidikan memblokir sementara Dana BOS Sekolah tersebut, sampai adanya kesingkronan  jumlah siswa  di sekolah dan dapodik tutup Muhlis

Sedangkan Kepala Sekolah SDN Pajeruan 4 juga diduga jarang masuk kantor, menimbulkan pertanyaan terkait pengelolaan dan pengawasan di sekolah tersebut meskipun hal itu sudah ditepis dan   kepala sekolah SDN Pajeruan 4 tidak membenarkan tudingan tersebut,dia beralasan bahwa  dirinya tidak masuk dikarenakan ada rapat di kecamatan, dan kalau rapat di balai dilaksanakan setelah pulang sekolah, dan dirinya juga pernah mengalami opname 2 kali.

Sementara beberapa warga setempat (red) menyebutkan bahwa hal ini telah berlangsung cukup lama dan mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah tersebut,.sehingga para orang tua siswa dan masyarakat sekitar berharap adanya tindak lanjut dan klarifikasi dari pihak berwenang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Sampang maupun pihak terkait lainnya, sehingga masyarakat menunggu respons dan tindakan tegas untuk mengatasi dugaan penyimpangan ini demi meningkatkan kualitas pendidikan di Sampang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer