Transparansi Pendidikan Kabupaten Sampang Dipertaruhkan “Kontroversi di SDN Pajeruan 4” 

- Redaksi

Kamis, 1 Agustus 2024 - 05:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Salah satu murid SD Kelas 4 dan Kantor Dinas Pendidikan Sampan

Sampang||angkatberita.id – Permasalahan di SDN Pajeruan 4 Kedungdung terus melebar dan menjadi perhatian publik. Setelah sebelumnya Sunter diberitakan dugaan jarang hadirnya Kepala Sekolah SDN Pajeruan 4 setelah ditunjuk sebagai PJ Kepala Desa Komis Kedungdung Kabupaten Sampang, hingga muncul dugaan penggelembungan data siswa yang tidak sesuai dengan data Dapodik.

Permasalahan ini memicu reaksi cepat dari Dinas Pendidikan yang kemudian memanggil kepala sekolah untuk dimintai klarifikasi. Tidak hanya itu, Dewan Pendidikan Sampang juga turun tangan guna mengontrol dan memastikan adanya solusi atas permasalahan yang terjadi.

Namun, dalam pernyataan terbaru yang dirilis dalam salah satu media online, menyatakan Kepala Sekolah SDN Pajeruan 4 dengan tegas menyangkal tudingan dari lembaga. Menurutnya, tudingan tersebut terkait penggelembungan data siswa itu tidak benar karena data siswa di sekolahnya sudah sesuai dengan data Dapodik.

Menanggapi pernyataan tersebut, Bendahara Kesatuan Pengawasan Korupsi Republik Indonesia ( KPK RI) Kabupaten Sampang, Abdul Jamal  menyatakan bahwa dirinya dan tim memiliki bukti yang kuat mengenai ketidaksesuaian data siswa di SDN Pajeruan 4.Kamis (01/08/2024)

Baca Juga :  Ketua DPRD Tanjab Barat Hadiri Haul Akbar Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di Ponpes Al-Baqiyatush Shalihat Kuala Tungkal

kami tetap pada pendirian kami bahwa temuan dan data yang kami miliki telah melalui proses verifikasi yang ketat dan akurat. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pemberantasan korupsi, kami selalu memastikan bahwa setiap data yang kami rilis berdasarkan fakta dan bukti yang kuat.

“Kami akan tetap melanjutkan investigasi kami dan menyerahkan bukti-bukti yang ada kepada pihak berwenang. Tujuan kami adalah memastikan bahwa setiap sekolah menjalankan tugasnya dengan transparan dan akuntabel,” ungkap Jamal

Abdul Jamal mengklaim pada saat inspeksi, dirinya beserta teman teman menemukan fakta tidak adanya guru yang hadir pada saat itu, padahal jelas masih dalam waktu jam kerja, dan dari keterangan salah satu murid kelas 4 pada saat itu, jumlah siswa kelas 4 hanya 8 orang, berbeda dengan data Dapodik yang mencatat 24 siswa, dan hal itu  diperkuat dengan pernyataan orang tua wali murid (Red), perlu diketahui SDN Pajeruan 4 hanya menggunakan dua kelas,  kelas 2 hingga 6 digabung dalam satu ruangan, sementara kelas 1 terpisah.

Baca Juga :  Menyambut Masa Depan, Gebyar PAUD 2024 Dinas Pendidikan Sampang Dorong Kreativitas dan Kesehatan Anak

Jamal  menambahkan bahwa mereka berharap pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang dapat bekerja sama dalam proses investigasi ini demi kebaikan bersama dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, Sampang Khususnya.

Kepala Sekolah SDN Pajeruan 4 Yazak  ketika kami konfirmasi terkait dengan pernyataannya disalah satu media  online, apakah ada bukti konkret atau bukti yang bisa diberikan untuk menunjukkan bahwa data di dapodik dan data asli siswa benar sesuai.

Namun sampai berita ini di naikkan, Yazak tidak menjawab meskipun tanda baca watsapp sudah berwarna biru.

Sementara Kabid SD Rahman setelah kami mintai pendapat terkait   Pernyataan kepala sekolah SD NEGERI Pajeruan 4 tersebut, Rahman menyampaikan, bahwa  pernyataan tersebut hanya sebatas pernyataan kepala sekolah, Dinas masih akan me ngecek kebenarannya, kalo memang ada pengelembungan siswa akan diminta untuk dikembalikan, tutup Rahman

Berita Terkait

Dinas Pendidikan Bangkalan Panggil Kasek Kraton 3 Terkait Polemik Buku Paket
Ingin Pendidikan Agama dan Umum Seimbang? Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan Buka Pendaftaran 2026/2027
Dugaan Pungutan di MAN 1 Bangkalan Picu Keresahan Wali Murid
Kadis Pendidikan Dorong Guru Tinggalkan Metode Konvensional, Perkuat Pembelajaran Aktif
Sumbangan Rutin Tahunan MAN Bangkalan Terindikasi Penyimpangan, Realita dan Notulen tak Sinkron 
Hari Anak GMIT ke-25, STAKAS Gelar Pelayanan Anak di GMIT Mahanaim Naileu
Hari Anak GMIT ke-25, STAKAS Gelar Pelayanan Anak di GMIT Mahanaim Naileu
Bupati TTS, Hadiri HUT Guru Nasional Ke-80, di SDN Batu Putih

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Dinas Pendidikan Bangkalan Panggil Kasek Kraton 3 Terkait Polemik Buku Paket

Senin, 4 Mei 2026 - 10:42 WIB

Ingin Pendidikan Agama dan Umum Seimbang? Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan Buka Pendaftaran 2026/2027

Kamis, 30 April 2026 - 13:02 WIB

Dugaan Pungutan di MAN 1 Bangkalan Picu Keresahan Wali Murid

Kamis, 26 Februari 2026 - 01:02 WIB

Kadis Pendidikan Dorong Guru Tinggalkan Metode Konvensional, Perkuat Pembelajaran Aktif

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:56 WIB

Sumbangan Rutin Tahunan MAN Bangkalan Terindikasi Penyimpangan, Realita dan Notulen tak Sinkron 

Berita Terbaru