SAMPANG, angkatberita – Sebuah akun video TikTok Aziz Lacak yang berdurasi 30 detik kembali memantik bara politik dan hukum di Sampang, dengan gaya provokatif, video itu memampang tulisan besar: “5 Saksi Beratkan Terdakwa Oknum ASN, Kini Bupati Sampang Teken Nasib Syamsiah.”
Kalimat itu bukan sekedar sensasional, tapi menyulut dugaan liar: seolah-olah Bupati Sampang punya andil langsung dalam menentukan nasib hukum Syamsiah, ASN yang kini diadili dalam kasus dugaan penipuan jual beli tanah.
Yang bikin publik geleng-geleng, akun penyebar video justru disebut-sebut dekat dengan lingkar dalam Bupati sendiri, kalau benar demikian, wajar kalau banyak yang menilai ini bukan sekedar unggahan iseng, melainkan serangan opini yang “ditembakkan” dari dalam rumah sendiri.
Masalahnya, kalau memang Bupati mau terlihat tegas menegakkan hukum, kenapa yang disorot justru perkara Syamsiah yang nilainya tak seberapa, sementara di depan mata ada kasus dugaan korupsi proyek Lapen Rp 12 miliar dengan empat tersangka, dua di antaranya ASN bawahan langsungnya tak sekalipun muncul narasi “Bupati teken nasib” di media sosial?
Sekjen Laskar Pemberdayaan dan Peduli Rakyat (Lasbandra), Rifai, tak menahan sindiran pedasnya.
“Lucu. ASN yang dituduh penipuan bisa langsung diseret-seret nama Bupati, tapi ASN yang terjerat korupsi miliaran justru aman dari narasi panas, jangan sampai ada kesan hukum ini hanya jadi alat ‘menyucikan’ pemimpin, sambil mengorbankan bawahan yang salah satunya mungkin hanya jadi kambing hitam,” ujarnya. Selasa (12/08)
Publik mulai mencium arah opini yang sedang digiring, kalau benar ada intervensi atau permainan framing, ini bukan hanya merusak citra ASN yang sedang diadili, tapi juga bisa jadi bumerang bagi Bupati sendiri.
Hukum seharusnya tegak lurus, bukan bengkok ke arah yang menguntungkan kekuasaan, dan yang paling diingat publik: siapa yang hobi main api, siap-siap terbakar duluan.






Komentar