
Jakarta ||https://angkatberita.id – Tim investigasi media mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dugaan praktik prostitusi terselubung yang beroperasi di sebuah tempat pijat bernama Shaza Massage. Lokasi tersebut berada di Ruko Puri Mutiara Griya Utama Blok A No. 120, RT 05/RW 02, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Saat dilakukan konfirmasi kepada pihak Shaza Massage melalui akun WhatsApp yang diduga milik admin atau kasir, tim investigasi diarahkan untuk menghubungi seseorang berinisial Z yang disebut sebagai penanggung jawab. Namun, hingga lebih dari 1×24 jam, tidak ada tanggapan atau klarifikasi yang diberikan. Sikap tidak kooperatif ini menimbulkan kesan bahwa pihak Shaza Massage mengabaikan proses konfirmasi yang menjadi bagian dari prinsip jurnalisme yang berimbang.
Dari hasil penyelidikan, tim investigasi menemukan dugaan bahwa tempat tersebut menyediakan layanan “pijat plus-plus” dan para terapis yang bekerja di sana tidak memiliki sertifikasi resmi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), sebagaimana diatur dalam ketentuan legal profesi terapi pijat.
Lebih jauh lagi, tim investigasi menduga bahwa pengelola Shaza Massage telah menjalin koordinasi rutin secara bulanan dengan oknum dari dinas terkait, termasuk aparatur penegak hukum, Satpol PP, dan pejabat wilayah di Jakarta Utara. Hal ini dikhawatirkan menjadi penyebab mengapa tempat tersebut terus beroperasi tanpa hambatan, meskipun ada dugaan pelanggaran.
Tim investigasi media mendesak Wali Kota Jakarta Utara, melalui dinas pariwisata dan Satpol PP, untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap lokasi tersebut. Apabila terbukti ada praktik prostitusi terselubung atau pelanggaran administratif lainnya, maka diharapkan tempat tersebut ditutup secara permanen sesuai aturan yang berlaku.
Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan konkret dari Pemerintah Kota Jakarta Utara, tim media akan melanjutkan pelaporan ini ke tingkat yang lebih tinggi, yakni Gubernur DKI Jakarta, serta terus memberitakan perkembangan kasus ini hingga mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.
(Tim Redaksi)







Komentar