Dua Proyek Jalan Dana Desa Aenganyar Mangkrak, Camat Giligenting Bungkam — Dugaan Penyimpangan Kian Menguat

- Redaksi

Rabu, 13 Agustus 2025 - 19:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan Penyimpangan: Realisasi DD tidak jelas Camat Giligenting pilih diam

SUMENEP||https://Angkatberita.id – Realisasi Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024 di Desa Aenganyar, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, kembali menuai sorotan tajam. Dua paket pekerjaan peningkatan jalan aspal/Lapen senilai hampir Rp 150 juta diduga kuat tidak dikerjakan sesuai ketentuan, bahkan di sejumlah titik sama sekali tidak ada bekas pengerjaan.

Berdasarkan dokumen anggaran, proyek pertama adalah peningkatan jalan aspal/Lapen di Dusun Panggulan Timur sepanjang 250×2 meter senilai Rp 85.969.700. Proyek kedua di Dusun Morassem Timur sepanjang 175×2 meter menelan anggaran Rp 62.868.800.

Namun, pantauan di lapangan menunjukkan fakta mencengangkan: pekerjaan tidak sesuai volume yang tercantum, dan di beberapa lokasi justru nihil pelaksanaan. Padahal, secara administrasi proyek tersebut seharusnya sudah rampung.

Baca Juga :  “Monopoli Proyek di Sampang Kian Telanjang, Barjas Diduga Jadi Aktor Kunci”

Ironisnya, ketika dimintai klarifikasi, Camat Giligenting, Abd. Said, memilih bungkam. Pesan konfirmasi via WhatsApp yang dikirim media tak berbalas. Bahkan, enam kali panggilan telepon WhatsApp yang dilakukan hanya berakhir pada nada dering tanpa respons.

Sikap diam ini memicu kecurigaan publik. Sebagai pimpinan wilayah, camat semestinya menjadi garda terdepan memastikan transparansi penggunaan DD. Sebaliknya, bungkamnya pihak kecamatan justru menguatkan dugaan adanya praktik penyimpangan terstruktur yang melibatkan lebih dari satu pihak.

Baca Juga :  Pengedar Sabu Muratara Dibekuk Saat Operasi Pekat Musi 2026, Polisi Sita 4,76 Gram Barang Bukti

“Ketika pejabat publik memilih diam terhadap dugaan penyimpangan, publik punya alasan kuat untuk curiga,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya.

Pernyataan tegas Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Yandri Susanto, seolah tidak digubris. Sebelumnya, Yandri berulang kali mengingatkan agar kepala desa dan aparatnya tidak bermain-main dengan Dana Desa.

“Pokoknya jangan main-main dengan Dana Desa. Kepala desa kalau ada yang main-main, kita akan sikat!” tegas Yandri pada 28 Desember 2024 lalu.(Asm)

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru