BANGKALAN, Angkatberita.id
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan mendorong pemerintah daerah dan aparat penegak hukum memperkuat pengawasan serta kepatuhan pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di fasilitas pelayanan kesehatan.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi IPAL di Puskesmas Tanah Merah, Senin (10/8/2026), dengan tema “Membangun Kesadaran Etika dalam Pengelolaan Air Limbah: Sinergi Pelayanan Kesehatan, Penegakan Hukum, dan Pelestarian Lingkungan.”
Kegiatan dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Bangkalan, TNI-Polri, Kejaksaan, tenaga kesehatan, PCNU, praktisi lingkungan, aplikator IPAL, serta HMI Cabang Bangkalan.
Ketua Umum HMI Cabang Bangkalan Kresna Bayu menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan membangun kesadaran dan kolaborasi.
“Kami ingin memberikan imun semangat kepada pemerintah, APH, dan dinas terkait. HMI tidak hadir untuk mencari kesalahan, tetapi mendorong kepatuhan terhadap izin lingkungan dan pengelolaan IPAL,” ujar Kresna.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bangkalan A. Siddik mengungkapkan bahwa masih terdapat persoalan kepatuhan IPAL di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Dari 22 puskesmas di Bangkalan, ada 12 yang belum memiliki Pertek. Karena itu, seluruh puskesmas perlu menjadi perhatian dan dilakukan peninjauan kembali agar pengelolaan limbahnya sesuai dengan ketentuan,” ungkap A. Siddik.
Camat Tanah Merah Luthfi mengapresiasi langkah HMI dan berharap kegiatan tersebut berlanjut.
“Jangan berhenti pada sosialisasi. Kita harus membangun kolaborasi berkelanjutan untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ketua PCNU Bangkalan KH. Makki Nasir menilai gerakan mahasiswa harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa harus hadir di tengah persoalan masyarakat, bukan hanya mengkritik, tetapi juga menghadirkan gagasan dan karya,” tuturnya.
Kegiatan tersebut bukan merupakan langkah pertama HMI Cabang Bangkalan dalam mengawal isu lingkungan. Beberapa bulan sebelumnya, kader-kader HMI telah melakukan peninjauan langsung terhadap IPAL serta berdiskusi dengan praktisi lingkungan. Hasil dari proses tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah buku yang membahas kesadaran etika dan pengelolaan air limbah.
Buku tersebut kini telah terbit dan siap diluncurkan serta dibedah dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya HMI memperluas edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan air limbah.
HMI Cabang Bangkalan menegaskan isu lingkungan akan terus menjadi bagian dari gerakan organisasi melalui kajian, edukasi, pengawasan sosial, kolaborasi, dan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat Bangkalan.
#Robin



Komentar